Breaking News:

Pengedar Uang Palsu di Sekitar Pagurawan dan Bandar Khalifah Ditangkap Polisi

Kasubbag Humas Polres Tebingtinggi Iptu Agus Arianto mengatakan upaya penangkapan terhadap Ridwan, yang tinggal di Pangkalan Dodek Desa Beringin

Penulis: Alija Magribi | Editor: Ayu Prasandi
HO
Barang bukti uang palsu yang didapatkan dari Ridwan alias Iwan Palsu ditangkap Polres Tebingtinggi di kediamannya 

RIBUN-MEDAN.com, TEBINGTINGGI- Aksi Ridwan alias Iwan Palsu mengedarkan uang palsu di Bandar Khalifah, Kabupaten Serdangbedagai berakhir di tangan kepolisian Polres Tebingtinggi.

Pria satu ini ditangkap Jumat (9/7/2021) lalu oleh pihak berwajib.

Baca juga: Korupsi Dana Jembatan di Sibolangit, Kades dan Bendahara Desa Salabulan Dituntut 8 Tahun Penjara

Kasubbag Humas Polres Tebingtinggi Iptu Agus Arianto mengatakan upaya penangkapan terhadap Ridwan, yang tinggal di Pangkalan Dodek Desa Beringin, Kecamatan Pagurawan berdasarkan informasi dari masyarakat yang resah dengan beredarnya pecahan rupiah palsu.

"Polisi menerima informasi dari masyarakat Bandar Khalifah bahwa telah beredar uang palsu di daerah Bandar Khalifah, oleh karena itu Personil Sat Reskrim Polres Tebing Tinggi yang di pimpin oleh Kanit Idik I Ipda SPN, Siregar melakukan penyelidikan terkait degan informasi tersebut," katanya.

Berangkat dari situ, kemudian Jumat (9/7/2021) sekira pukul 18.30 WIB, setelah menelusuri peredaran uang tersebut, polisi telah berhasil mengamankan seseorang yang mengaku bernama Ridwan alias Irwan alias Iwan Palsu bersama uang di rumahnya.

Didapati ada padanya pecahan uang dengan nominal Rp 50 ribu sebanyak 30 lembar dengan rincian 23 lembar dengan nomor seri APZ263728, 6 lembar dengan nomor seri CKJ022522, dan 1 lembar dengan nomor seri WHH919560 yang diduga uang tersebut merupakan uang palsu

Polisi, lanjut Agus juga mengamankan barang bukti sebuah mesin printer bermerk Brother yang diduga dipakai Agus untuk melancarkan aksinya mengedarkan uang palsu.

Lalu pelaku dan barang bukti yang ditemukan dibawa ke Polres Tebingtinggi guna pemeriksaan lebih lanjut.

Baca juga: Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Toba Meningkat, Direktur RSUD Porsea Mengaku Sudah Kewalahan

Disinggung peran Irwan memproduksi uang palsu sendirian atau bagian dalam sindikat uang palsu, Agus mengatakan uang tersebut dicetak sendiri.

"Dibuatnya sendiri ya," katanya saat dihubungi, Senin (12/7/2021) siang.

Agus mengatakan, atas perbuatannya, Ridwan diduga bersalah melanggar Pasal 36 ayat (1),(2),(3) UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun.

(alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved