Kedai Tok Awang
Maaf, Inggris, Sepak Bola Pergi ke Roma
Lima penendang penalti Inggris adalah Kane, Maguire, Rashford, Sancho, dan Saka. Tiga nama terakhir gagal, dan ketiganya merupakan pemain pengganti.
Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
"Sempat aku baca jugak di website mana tadi, Jose Mourinho kasih statement. Biasalah, uwak ini, kan, memang jago kali manas-manasin. Dibilangnya, kasihan Sancho dan Bukayo Saka yang harus nanggung beban berat negaranya karena ada pemain Inggris, yang harusnya mengemban tanggungjawab itu, malah lari sembunyi," kata Sudung.
Tentu, berbagai analisis bisa dikemukakan. Dugaan-dugaan dapat diapungkan. Misalnya saja terkait ketidaksiapan mental. Menendang penalti tidak mudah. Mengeksekusi bola dari jarak 12 meter menghadapi kiper yang berdiri di bawah gawang berukuran panjang 7.32 meter dan tinggi 2, 44 meter, tidaklah mudah. Bahkan pemain besar sekali pun kadangkala merasa masih tetap tidak percaya diri saat diminta menjadi eksekutor penalti. Diego Maradona pernah bilang, sepanjang kariernya, dia pernah belasan kali merasa tidak yakin saat akan menendang penalti, dan dari ketidakyakinan-ketidakyakinan ini, lima di antaranya gagal berbuah gol.
"Si Bonucci teriak-teriak 'sepak bola pergi ke Roma, sepak bola pergi ke Roma'. Kayak ngejek slogan 'Football Coming Home', gitu, lah, maksudnya. Padahal masalah Italia pun sebenarnya sama. Cumak agak lebih beruntung aja orang itu,” ucap Tok Awang.
"Betul, Tok," sahut Leman Dogol dan Mak Idam nyaris bersamaan. "Jorginho jugak gagal nyetak gol. Padahal kawan ini andalan utama penalti Italia. Di Chelsea pun dia eksekutor utamanya," sebut Leman.
"Bisa terancam, lah, peluangnya dapat Ballon d’Or tahun ini, ya," ucap Mak Idam menimpali. "Ada cacat dia jadinya, kan. Sementara di Copa America, Messi lancar jaya kayak di jalan tol.”
Singgungan Mak Idam perihal Ballon d’Or membuat percakapan memanjang, melipir ke sana sini lalu sedikit demi sedikit bergeser ke bursa transfer liga-liga Eropa musim depan dan kabar sepak bola Indonesia yang sampai hari ini tetap serba tidak pasti. Sampai hari berubah gelap, dan Ocik Nensi, dari balik steling berteriak nyaring.
“Cepatlah kelen pergi. Mau kututup kedai ini. Kalok enggak datang pulak nanti Satpol PP kemari."(t agus khaidir)
Pernah dimuat Harian Tribun Medan
Selasa, 13 Juli 2021
Halaman 1
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/football-coming-to-rome.jpg)