Breaking News:

Idul Adha 2021

Hukum Menyembelih Kurban Tanpa Pelaksanaan Sholat Idul Adha

Buya Yahya dalam ceramahnya, mengatakan hukum rukun sholat Idul Adha dan rukun berkurban terpisah. Artinya penilaian pada sholat tersendiri

TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Hukum Menyembelih Kurban Tanpa Pelaksanaan Sholat Idul Adha, Dampak Kebijakan PPKM Pemerintah 

TRIBUN-MEDAN.com - Hukum menyembelih kurban tanpa sholat (salat) Idul Adha.

Pada Idul Adha 2021 pelaksanaan sholat Idul Adha 2021 ditiadakan oleh pemerintah Indonesia. Alasan pemerintah karena di masa pandemik Covid-19 dan kebijakan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Ibadah sholat Idul Adha berjemaah dilarang, di daerah zona merah penyebaran Covid-19. Namun, penyembelihan hewan kurban Idul Adha 1442 H tetap dapat berlangsung di tengah pandemi Covid-19.

Baca juga: Adab-adab dan Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban, Persiapan Niat, Pisau, dan Arah Kiblat

Penyembelihan hewan kurban dilaksanakan dengan prokes yang ketat, di rumah pemotongan hewan (rph) maupun di area yang memungkinkan tanpa kerumunan.

Lantas bagaimana hukum dan pahala berkurban tanpa mendirikan sholat Idul Adha?

Apakah sah ibadah berkurban diterima oleh Allah, karena terpaksa tidak sholat Idul Adha karena ada larangan pemerintah?

Buya Yahya dalam ceramahnya, mengatakan hukum rukun sholat Idul Adha dan rukun berkurban terpisah. Artinya penilaian pada sholat tersendiri, dan rukun kurban tersendiri, kedua tidak saling mengikat kewajiban.

"Rukun sholat ada di urusan hukum sholat, kurban rukunnya ada rukun kurban sendiri. Kurbannya sah. Ada orang gak sholat tapi berkurban? apa bisa diterima kurbannya? Insya Allah kurbannya dan pahalanya diterima," katanya.

Hukum sholat Idul Adha Sunnah Muakkad, artinya sangat dianjurkan

Dar Ifta Mesir mengeluarkan  fatwa : 

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved