Breaking News:

Tesla Tak Mau Nikel dari Indonesia dan Beli dari Perusahaan Australia, Ini Sebabnya!

Tesla telah setuju untuk membeli nikel untuk baterai dari BHP, penambang terbesar di dunia asal Australia.

Editor: Liston Damanik
Victor Wirawan (Facebook)
Tesla model 3 dengan kelir khas Dirlantas Polda Metro Jaya satuan Patroli Jalan Raya (PJR). 

TRIBUN-MEDAN.com - Tesla telah setuju untuk membeli nikel untuk baterai dari BHP, penambang terbesar di dunia asal Australia.

Financial Times melaporkan, Kamis (22/7/2021), Kesepakatan itu telah ditandatangani oleh pembuat mobil listrik itu dalam delapan bulan terakhir, menyusul kesepakatan dengan tambang Goro yang didukung Vale dan Trafigura sejak Elon Musk menyatakan mencari pasokan nikel yang ramah lingkungan.

Musk mengatakan pada Juli tahun lalu bahwa dia akan menawarkan "komitmen jangka panjang yang besar" kepada perusahaan yang dapat menambang nikel "dengan cara yang efisien dan ramah lingkungan."

Nikel, yang biasa digunakan dalam pembuatan baja tahan karat, merupakan bahan penting untuk kendaraan jarak jauh Tesla yang membutuhkan baterai lebih kuat.

CEO Tesla Elon Musk
CEO Tesla Elon Musk (Business Insider)

Menurut Vandita Pant, Chief Commercial Officer BHP, permintaan nikel dalam baterai diperkirakan akan tumbuh 500% selama dekade berikutnya.

Menurut BHP, baterai kendaraan listrik bisa mengandung nikel sebanyak 40 kg.

Sebagian besar produksi nikel di Indonesia menggunakan batu bara dan produsennya dikontrol China.

Tesla sedang mencari pemasok alternatif rendah karbon di negara berkembang. Produsen kendaraan listrik akan membeli nikel dari pabrik Nickel West milik BHP di Australia Barat.

Produksi nikel oleh Norilsk Nickel di Rusia.
Produksi nikel oleh Norilsk Nickel di Rusia. (dw indonesia)

BHP tidak memberikan rincian tentang ukuran kesepakatan dengan Tesla. Caspar Rawles, seorang analis di Benchmark Mineral Intelligence, memperkirakan bahwa hingga 18.000 ton nikel digunakan setiap tahun.

Kesepakatannya adalah bahwa BHP sedang mencoba untuk fokus pada produk yang dibutuhkan untuk pindah ke ekonomi rendah karbon. Cari tahu opsi aset minyak dan gas, termasuk penjualan. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved