Tesla Tak Mau Nikel dari Indonesia dan Beli dari Perusahaan Australia, Ini Sebabnya!

Tesla telah setuju untuk membeli nikel untuk baterai dari BHP, penambang terbesar di dunia asal Australia.

Victor Wirawan (Facebook)
Tesla model 3 dengan kelir khas Dirlantas Polda Metro Jaya satuan Patroli Jalan Raya (PJR). 

Luhut juga mengingatkan, ia tak pernah mengeluarkan pernyataan Tesla akan membangun perusahaan mobil listrik di Indonesia, tapi ingin berbisnis lain. 

Dalam berbagai kesempatan, mantan Dubes RI untuk Singapura ini menjelaskan potensi Indonesia masih menarik bagi Tesla. Indonesia memiliki nickel ore yang berlimpah.

Tesla memang berencana masuk India dengan membangun pabrik mobil listrik di sana.  Hanya saja, rencana itu baru akan dilakukan di 2025. Kata Luhut dalam kurun waktu, banyak yang bisa terjadi termasuk kemudian rencana itu batal.

Kata Luhut Indonesia memiliki  bahan baku yang dibutuhkan untuk pembuatan kerangka mobil seperti bauksit, bijih nikel, hingga copper. Itulah sebabnya, pemerintah terus mendorong pengembangan industri kepada industri hulu dan turunan dari mobil listrik salah satunya baterai. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved