Togu Simorangkir Cs Sudah 41 Hari Jalan Kaki Toba-Jakarta demi Misi Tutup TPL, Ini Kabar Terbarunya
Tiga aktivis lingkungan dari Tanah Batak yang melakukan aksi jalan kaki Toba-Jakarta tetap teguh mengemban misi Gerakan Rakyat (Gerak) Tutup TPL
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Juang Naibaho
Suasana haru terjadi saat Togu Simorangkir pamit kepada ibu, istri dan anak-anaknya. "Jumpa kita dua bulan lagi ya amang," ucap Togu kepada anaknya yang berada di gendongan sang istri.
Kepada awak media, Togu menceritakan kalau PT TPL telah merusak alam dan merampas tanah adat. "Hal ini kita lakukan sebagai respons kita atas peristiwa 18 Mei 2021 di Desa Natumingka, kita sudah geram, kita sudah muak dengan perusahaan TPL yang semena-mena terhadap lingkungan," ucapnya.
Togu Simorangkir Cs sudah mempersiapkan diri sekitar sebulan untuk aksi jalan kaki Toba-Jakarta ini. Aksi ini juga peringatan 114 tahun gugurnya Raja Sisingamangaraja XII.
"Kita mulai perlawanan dengan TPL dari makamnya. Dan semoga, kalaupun dulu Raja Sisingamangaraja XII 30 tahun melawan penjajah dan sekarang kita sebenarnya melawan penjajah dari bangsa sendiri. Kami mohon doa-doa kawan semua dalam perjalanan ini," ujarnya.
Baca juga: Sosok Togu Simorangkir, Lulusan S2 Inggris yang Rela Jalan Kaki ke Jakarta demi Aksi Tutup TPL
Dalam aksi jalan kaki dari Toba menuju Jakarta, para aktivis tersebut mendapat respons positif dari sejumlah kalangan masyarakat.
Bahkan di Tarutung, Togu Simorangkir nyaris menangis.
Tiba-tiba seorang bapak yang menggendong anak menghampiri rombongan untuk memberikan tiga buah pepaya dan sebotol air minum. Pria itu bernama Frans Manalu.
“Tadi saat melintas Kota Tarutung, ada seorang bapak yang menggendong anaknya memberikan pepaya 3 buah dan satu botol air minum. Aku sampai berkaca-kaca atas dukungan warga ini," tulis Togu Simorangkir di facebooknya.
Cerita simpati masyarakat akan aksi Togu Simorangkis Cs masih berlanjut di kota lainnya.
Setelah 8 km berjalan kaki dari pusat Kota Sidempuan, Togu Simorangkir dkk bertemu soerang mekanik bernama Asmawi Hasibuan.
Togu terkaget mendapat dukungan luar biasa secara spirit dalam perjalannya.
Asmawi yang tak disangka hanya seorang montir, peduli dengan aksi yang dilakukan Togu rekannya.
Asmawi menyumbangkan sejumlah uang yang dia miliki.
"Katanya biar ada menambahi minuman kami di jalan, saya terharu. Mewek teruslah tiap pagi," kata Togu.
"Barusan juga kita berjumpa oppung marga Hasibuan dikasih Rp 20 ribu," tambahnya.