Togu Simorangkir Cs Sudah 41 Hari Jalan Kaki Toba-Jakarta demi Misi Tutup TPL, Ini Kabar Terbarunya
Tiga aktivis lingkungan dari Tanah Batak yang melakukan aksi jalan kaki Toba-Jakarta tetap teguh mengemban misi Gerakan Rakyat (Gerak) Tutup TPL
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN-MEDAN.com, TOBA - Tiga aktivis lingkungan dari Tanah Batak yang melakukan aksi jalan kaki Toba-Jakarta tetap teguh mengemban misi Gerakan Rakyat (Gerak) Tutup PT Toba Pulp Lestari (TPL).
Ketiga aktivis tersebut, yakni Togu Simorangkir Anita Hutagalung dan Irwandi Sirait, sudah 41 hari berjalan kaki dari Kabupaten Toba, Sumatera Utara, menuju Istana Negara untuk bertemu Presiden Jokowi. Tujuannya Togu Simorangkir Cs adalah menyampaikan tuntutan tutup TPL.
Hari ini, Sabtu (24/7/2021), para aktivis lingkungan tersebut sudah menyeberang dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung, ke Pelabuhan Merak, Banten.
Di sela-sela penyeberangan, Togu Simorangkir menuliskan surat kepada Presiden RI Joko Widodo.
"Bersama dengan surat ini, kami dari Tim 11 Ajak Tutup TPL (Aliansi Jalan Kaki) Tutup Toba Pulp Lestari (TPL) dari Toba ke Jakarta memohon kiranya waktu Bapak Presiden untuk kesediaan waktunya mendengar aspirasi kami mengenai kawasan Danau Toba," tulis Togu Simorangkir pada selembar kertas pada hari ini, Sabtu.
Dalam surat tersebut, Togu Simorangkir mengisahkan bahwa timnya sudah berjalan selama 41 hari dengan tujuan menyampaikan aspirasi seputar Danau Toba kepada Presiden Jokowi. Mereka bertolak dari Makam Raja Sisingamangaraja XII dan kini tengah menyeberang dari kawasan Bakauheni menuju Merak.
Baca juga: 41 Hari Perjalanan Menuju Istana Presiden, Togu Simorangkir Kirimkan Sepucuk Surat Untuk Jokowi
Dalam surat yang ditulis tangan dengan tinta hitam pada secarik kertas, Togu Simorangkir menyampaikan isi hatinya kepada Presiden Jokowi.
"Kami, Tim 11 Ajak Tutup TPL sudah berjalan 41 hari pada hari ini. Perjalanan kami mulai pada tanggal 14 Juni 2021 dari Makam Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII di Balige," tuturnya.
"Saat kami menulis surat ini, kami sedang menyeberang dari Bakauheni menuju Merak," imbuhnya.
Pada bagian penutup suratnya, ia menjelaskan keikutsertaan anaknya yang masih berumur 8 tahun dalam aksi tersebut.
Dalam tulisan tersebut, anaknya berharap Danau Toba tetap indah dan lestari.
"Salah satu anggota Tim 11 Ajak Tutup TPL ini adalah seorang anak kelas III SD berusia 8 tahun yang ingin Danau Toba tetap indah dan lestari," tutupnya dalam surat tersebut.
Baca juga: BUPATI TOBA Kirimkan Surat Setuju Tutup TPL atas Desakan Aliansi Gerak, Ini Kata Sekdakab Toba
Aksi Togu Simorangkir dkk ini dinamakan Ajak Tutup TPL (Aksi Jalan Kaki Tutup Toba Pulp Lestari).
Tak sendiri, dalam aksinya Togu Simorangkir didampingi anaknya Bumi Simorangkir, serta Anita Hutagalung dan Irwandi Sirait.
Sebelum bertolak ke Jakarta, ketiganya terlebih dahulu menggelar ritual adat di Makam Raja Sisingamangaraja XII di Soposurung, Balige, Senin (14/6/2021).
Suasana haru terjadi saat Togu Simorangkir pamit kepada ibu, istri dan anak-anaknya. "Jumpa kita dua bulan lagi ya amang," ucap Togu kepada anaknya yang berada di gendongan sang istri.
Kepada awak media, Togu menceritakan kalau PT TPL telah merusak alam dan merampas tanah adat. "Hal ini kita lakukan sebagai respons kita atas peristiwa 18 Mei 2021 di Desa Natumingka, kita sudah geram, kita sudah muak dengan perusahaan TPL yang semena-mena terhadap lingkungan," ucapnya.
Togu Simorangkir Cs sudah mempersiapkan diri sekitar sebulan untuk aksi jalan kaki Toba-Jakarta ini. Aksi ini juga peringatan 114 tahun gugurnya Raja Sisingamangaraja XII.
"Kita mulai perlawanan dengan TPL dari makamnya. Dan semoga, kalaupun dulu Raja Sisingamangaraja XII 30 tahun melawan penjajah dan sekarang kita sebenarnya melawan penjajah dari bangsa sendiri. Kami mohon doa-doa kawan semua dalam perjalanan ini," ujarnya.
Baca juga: Sosok Togu Simorangkir, Lulusan S2 Inggris yang Rela Jalan Kaki ke Jakarta demi Aksi Tutup TPL
Dalam aksi jalan kaki dari Toba menuju Jakarta, para aktivis tersebut mendapat respons positif dari sejumlah kalangan masyarakat.
Bahkan di Tarutung, Togu Simorangkir nyaris menangis.
Tiba-tiba seorang bapak yang menggendong anak menghampiri rombongan untuk memberikan tiga buah pepaya dan sebotol air minum. Pria itu bernama Frans Manalu.
“Tadi saat melintas Kota Tarutung, ada seorang bapak yang menggendong anaknya memberikan pepaya 3 buah dan satu botol air minum. Aku sampai berkaca-kaca atas dukungan warga ini," tulis Togu Simorangkir di facebooknya.
Cerita simpati masyarakat akan aksi Togu Simorangkis Cs masih berlanjut di kota lainnya.
Setelah 8 km berjalan kaki dari pusat Kota Sidempuan, Togu Simorangkir dkk bertemu soerang mekanik bernama Asmawi Hasibuan.
Togu terkaget mendapat dukungan luar biasa secara spirit dalam perjalannya.
Asmawi yang tak disangka hanya seorang montir, peduli dengan aksi yang dilakukan Togu rekannya.
Asmawi menyumbangkan sejumlah uang yang dia miliki.
"Katanya biar ada menambahi minuman kami di jalan, saya terharu. Mewek teruslah tiap pagi," kata Togu.
"Barusan juga kita berjumpa oppung marga Hasibuan dikasih Rp 20 ribu," tambahnya.
Togu mengaku semakin optimistis dan semangat, terlebih banyak kalangan masyarakat yang mendukung pergerakannya.
Asmawi mengaku telah mengikuti perkembangan aksi jalan kaki Toba-Jakarta untuk mendesak pemerintah pusat menutup TPL.
Melihat Togu dan rekan melintas, secara spontan dia mencegat rombongan tersebut dan memberikan dukungan berupa uang Rp 20 ribu untuk membeli minum sebagai pelepas dahaga.
(Maurits / Tribun Medan)