News Video

Sejumlah Warga Keluhkan Dapat Bansos Beras Hanya 5 Kg, Ternyata Begini Ceritanya

Sejumlah warga di lingkungan VI, Kelurahan Indra Kasih, Kecamatan Medan Tembung mengeluhkan bantuan sosial (bansos) untuk warga terdampak Covid-19.

Tayang:

"Saya enggak terima kecamatan medan tembung bilang berita itu hoax. Bukan hoax itu, betul beritanya, saya yang mengambil bantuan itu, saya yang lebih tahu. Memang benar berita itu apa adanya," tegasnya.

Sedangkan, Kepala Lingkungan VI, Mujiman mengatakan hal yang berbeda. Ia mengatakan pembagian beras 20 Kg tersebut adalah inisiatif dari warga sendiri.

"Kita sebagai kepala lingkungan menyerahkan sesuai ketentuan 20 Kg beras, rupanya mereka bawa kawan, rupanya ada kawan nya yang enggak dapat, jadi dibagi-bagilah sama kawannya. Itu dibagi-bagi di rumah mereka, bukan di tempat saya, bukan di kantor lurah.

Memang untuk lingkungan VI kan jatahnya sedikit, jadi masih ada yang belum dapat bagian. Seharusnya yang dapat itu hampir 300 tapi yang dapat 94. Makanya jadi banyak yang tidak dapat," ujarnya.

Dikatakannya, warga sudah mengaku bahwa hal itu dilakukan karena inisiatif dari warga sendiri, bukan dari pihak kepala lingkungan atau pun kelurahan.

"Saya sudah kerumahnya tadi, saya tanyakan kenapa bisa terjadi seperti itu. Mereka katakan memang ini inisiatif mereka, bukan arahan dari pihak kelurahan, jadi itu inisiatif kawan ke kawan lah. Tadi warga itu sudah datang kemari, katanya memang mau klarifikasi. Tapi mereka maunya ada dulu berasnya baru klarifikasi," katanya.

Camat Medan Tembung, Barli mengatakan bantuan untuk tahap selanjutnya sedang diajukan. Ia pun meminta Mujiman agar segera mendata warga yang belum mendapat bansos.

"Arahan dari pak Camat tadi apabila sudah minta maaf, iya sudah. Yang belum dapat didata lagi, katanya nanti diajukan. Memang banyak sekali yang belum dapat. Kemungkinan bansosnya akan datang lagi," kata Mujiman.

Diketahui bansos tersebut berupa beras 20 Kg, gula pasir 3 Kg dan Minyak goreng 1 liter.

Warga lainnya, Juwita Sihotang mengatakan, ada sekitar 10 orang warga yang datang ke kantor Kelurahan Indra Kasih untuk protes karena tidak pernah mendapatkan bansos.

Alhasil, Mujiman awalnya memberikan 3 paket bansos untuk dibagikan secara merata kepada 10 warga itu. Karena dirasa masih kurang, ia pun menambahkan 3 paket lagi kepada warga tersebut.

Bukan hanya beras, minyak dan gula pasir pun dibagi secara merata. "Minyak dan gula pun kami bagi-bagilah setapak-setapak. Bagaimana lah kami supaya sama-sama dapat dan sama-sama bisa makan," kata Juwita.

"Bapak itu janji seminggu lagi katanya mau datang, ya kami tunggulah. 10 orang lebih kami yang enggak dapat. Katanya nanti diurus PKH sama kami, tapi mana ada, hanya omong kosong. Jadi kami sekarang sedang menunggu betul atau tidak kami dikasih beras," tambahnya.

Ia dan warga lainnya pun berharap agar ke depannya pemerintah setempat benar-benar mendata secara baik warga yang membutuhkan bansos dan terdampak Covid-19.

"Harapan kami ke depan disensus betul-betul bagaimana warga yang sebenarnya dapat. Sudah 2 tahun pandemi masa kami belum pernah dapat bansos sekali pun, lihat sendiri lah keadaan kami bagaimana di sini, rumah kami seperti ini. Suami saya supir, sejak pandemi udah jarang kerja, jadi memang terdampak kami, tolonglah perhatikan kami ini," harapnya pada pemerintah setempat.

(Cr17/tribun-medan.com)

 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved