Nikmati Keindahan Lae Mbilulu, Air Terjun Kembar dan Tertinggi di Kabupaten Pakpak Bharat
Air Terjun Lae Mbilulu ini juga merupakan air terjun tertinggi di Kabupaten Pakpak Bharat, dengan ketinggian mencapai 40 meter
TRIBUN-MEDAN.com, PAKPAKBHARAT- Wisata Air Terjun Lae Mbilulu berada di Desa Prongil Julu, Kecamatan Tinada, Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara.
Ada sesuatu yang unik dari Air Terjun Lae Mbilulu ini, yaitu alirannya yang terbagi menjadi dua membuat air terjun tersebut seperti kembar.
Air Terjun Lae Mbilulu ini juga merupakan air terjun tertinggi di Kabupaten Pakpak Bharat, dengan ketinggian mencapai 40 meter
Baca juga: Mengenal Proses Pendirian Rumah Batak Serta Struktur Pentingnya
Jarak Air Terjun Lae Mbilulu dari ibu kota Kabupaten Pakpak Bharat, Kota Salak, tidak terlalu jauh karena hanya terpisah sejauh 12 km dengan waktu tempuh selama 30 menit.
Hanya saja kondisi jalan yang belum sepenuhnya teraspal mulus membuat para pengunjung harus merasakan sedikit ketidaknyamanan selama di perjalanan menuju ke Air Terjun Lae Mbilulu.
Sementara bagi para pengunjung yang datang dari ibu kota Sumatera Utara, Medan, mereka harus menempuh perjalanan darat sejauh 175 km dengan waktu tempuh sekitar 5 jam.
Sesampainya di Desa Prongil, para pengunjung masih harus berjalan melewati jalan setapak untuk bisa sampai ke lokasi air terjun. Namun jangan khawatir, karena saat ini kondisi jalan setapak menuju ke lokasi Air Terjun Lae Mbilulu sudah cukup memadai.
Meskipun harus melalui perjalanan yang tidak mudah, namun semuanya akan langsung terbayar lunas ketika sampai di lokasi Air Terjun Lae Mbilulu.
Suasana yang masih alami dan dipenuhi dengan tumbuhan hijau membuat Air Terjun Lae Mbilulu tampak begitu asri.
Sementara alunan merdu gemericik air seakan langsung mengobati rasa lelah selama di perjalanan. Dengan suasana yang ada, para pengunjung dijamin betah untuk berlama-lama di lokasi wisata ini.
Tepat di bawah Air Terjun Lae Mbilulu terdapat kolam alami yang cukup lebar dengan kedalaman sekitar 6 meter.
Akan tetapi kondisi aliran air terjun yang cukup deras membuat pengunjung tidak bisa dengan leluasa bermain air tepat di bawah air terjun.
Baca juga: Riny Astuti Nasution, Atlet Billiar Puteri Sumut Lakukan Hal Ini Jelang PON Papua
Terlebih untuk pengunjung yang tidak bisa berenang sangat tidak disarankan untuk bermain di kolam alami yang terdapat di bawah air terjun, mengingat kolam tersebut memiliki kedalaman sekitar 6 meter.
Meskipun tidak bisa leluasa bermain air di bawah air terjun, namun kekecewaan pengunjung akan terbayarkan dengan keindahan alam yang disuguhkannya.
Duduk berdiam diri di tepi air terjun sembari menikmati keindahan alam di sekitar bisa menjadi pilihan yang tepat untuk menghabiskan waktu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/air-terjun-lae-mbilulu-di-desa-prongil-julu.jpg)