Drainase Tak Kunjung Dibangun, Warga Jalan Bunga Rampai III Tolak Pembangunan Jalan Meski Rusak

Jalan yang terbelah itu dulunya sengaja dibuat oleh petugas Dinas PU Kota Medan untuk meletakkan sarana untuk mengalirkan air hujan yang membanjiri ja

Tayang:
Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/ALMAZMUR
Kondisi Jalan Bunga Rampai III, Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan yang semakin rusak parah karena drainase tak kunjung dibangun, Minggu (8/8/2021) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Warga Jalan Bunga Rampai III, Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan menolak pembangunan jalan karena pembangunan drainase tak kunjung direalisasikan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan.

Salah satu warga, Usaha Ginting mengatakan, salah satu petugas dari Dinas PU Kota Medan pernah datang ke Jalan Bunga Rampai III dan menemui beberapa warga terkait perbaikan Jalan Bunga Rampai III.

Baca juga: SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming MotoGP| Siaran Langsung MotoGP Styria, Link Live MotoGP

"Kemarin kan pernah datang orang dari Dinas PU itu ke sini, katanya mau dibuat pembangunan jalan. Tapi kami bilang, jangan bangun jalan, parit itu dulu buat, karena kalau tidak dibuat parit banjirlah nanti rumah kami. Jalannya pun sama saja rusak lagi nanti," ujar Usaha, Minggu (8/8/2021).

Pantauan Tribun-Medan, terdapat 2 titik jalan yang dibelah untuk mengalirkan air dari satu sisi ke sisi lainnya.

Dikatakan warga, jalan yang terbelah itu dulunya sengaja dibuat oleh petugas Dinas PU Kota Medan untuk meletakkan sarana untuk mengalirkan air hujan yang membanjiri jalan.

"Itu dulu memang sengaja dibelah karena mau dibuat saluran ditengah itu supaya airnya bisa mengalir ke ladang warga itu.

Cuma itu kan tidak bertahan lama, enggak lama lagi pecahlah karena cuma terbuat dari plastik alatnya itu, jadi sesudah pecah jadi kami bongkarlah, jadi kayak gitu sampai sekarang,"

"Ternyata karena sering orang lewat, makin lama jadi tambah rusak aspalnya, jadi sampai sekarang jadi makin parah itu karena banyak juga mobil-mobil lewat kan. Jadinitu bukan kami yang belah, memang dari orang itu dulu," jelasnya.

Baca juga: Amanda Manopo Pamer Perut Buncit Efek Andin Hamil di Ikatan Cinta, Ini Pesan untuk Anak Aldebaran

Ia juga menambahkan, perbaikan jalan dan pembangunan drainase di Jalan Bunga Rampai III sudah beberapa kali masuk dalam Musrenbang. Namun, kenyataannya tidak ada realisasi sampai sekarang.

"Rapat di kantor Lurah, rapat Musrenbang sudah pernah saya ikuti, dan pembangunan parit sama jalan ini sudah dimasukkan juga di Musrenbang. Tapi sampai sekarang enggak ada dibuat," katanya.

Warga lainnya, Raskita Sitepu mengatakan, dari seluruh lingkungan di Kelurahan Simalingkar B, hanya Jalan Bunga Rampai III sajalah yang belum dibangun drainase.

Dikatakannya, dulu sebelum jalan dibelah, ketinggian banjir saat hujan deras datang bisa mencapai hampir setinggi lutut orang dewasa.

Setelah jalan dibelah, sebenarnya warga masih mengalami kebanjiran terutama jika sedang hujan deras. Perbedaannya adalah waktu surutnya air yang lebih cepat setelah jalan tersebut dibelah.

Saat di lokasi, terlihat beberapa warga telah membuat penampungan air sementara seperti sebuah parit yang tidak mengalir.

Baca juga: Daily Dose Coffee Suguhkan Sensasi Ngopi dari Biji Kopi Nusantara, Kini Hadir di Danau Singkarak

Selain tidak adanya drainase, banyak juga titik-titik Jalan Bunga Rampai III yang semakin rusak parah dan belum ada tindak lanjut dari Dinas PU Kota Medan.

Sebagian besar warga sangat berharap pembangunan drainase dapat segera dilakukan di jalan tersebut agar ke depannya warga tidak mengalami penderitaan kebanjiran lagi.

(Cr17/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved