Breaking News:

Djarot Saiful Hidayat Serap Aspirasi Pelaku Pariwisata, Bahas Antisipasi Lonjakan Usai Pandemi

Anggota DPR RI sekaligus Ketua Badan Pengkajian MPR RI, Djarot Saiful Hidayat menyerap aspirasi pelaku industri pariwisata

Editor: jefrisusetio
Istimewa
Anggota DPR RI Djarot Saiful Hidayat menyerap aspirasi pelaku pariwisata di Bukit Lawang, Kabupaten Langkat. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Anggota DPR RI sekaligus Ketua Badan Pengkajian MPR RI, Djarot Saiful Hidayat menyerap aspirasi pelaku industri pariwisata yang tergabung dalam Forum Pariwisata Kabupaten Langkat. Industri pariwisata harus disiapkan guna mengantisipasi booming, pascapandemi Covid-19. 

"Sebagian besar destinasi pariwisata di provinsi ini terkendala masalah infrastruktur, salah kelola sumber daya dan carut-marutnya Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL)," katanya, Minggu (8/8/2021).

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan itu menuturkan, banyaknya galian C di area sekitar destinasi wisata memperparah keadaan.

Baca juga: Harga BBM di Sumut Naik, Djarot Saiful Hidayat: Harga BBM Seluruh Indonesia Sama

Baca juga: Teringat Guru Honorer, Djarot Saiful Hidayat: Saya Terkadang Menangis Mendengar Honor Mereka

Baca juga: ALASAN Djarot Saiful Hidayat Jagokan Mantu Presiden di Pilkada Medan !

Bahan Galian Golongan C, kata Djarot, seperti tambang tanah, pasir, kerikil, marmer, kaolin, granit dan lainnya banyak menimbulkan masalah.

"Terutama galian C yang tidak dianalisis secara benar dampaknya dan diberikan izin asal-asalan dengan motif tertentu. Kita akan pertanyakan pemerintah provinsi maupun daerah yang memberikan izin area penambangan itu," ujarnya.

Menurut Djarot, masalah yang ditimbulkan oleh galian C mempengaruhi masalah lingkungan hidup yang berada di sekitar destinasi wisata oleh karenanya, perizinan mesti diperketat.

Dikatakannya, truk-truk yang memiliki tonase berlebih akibat galian c tersebut, merusak jalan-jalan yang menghubungkan destinasi wisata.

"Pemerintah pusat melalui Presiden Joko Widodo membangun infrastruktur yaitu jalan tol untuk mempermudah akses wisata, mempersingkat jarak tempuh. Akan tetapi jalan-jalan yang direct ke destinasi wisata ini banyak yang rusak. Kita akan surati pemprov mengenai ini," jelasnya.

Djarot juga mengatakan, pihaknya akan menyurati Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Kementeri Lingkungan Hidup, Kehutanan, Kimisi 4 DPR RI dan instansi terkait.

"Kita akan sampaikan hasil serap aspirasi ini ke instansi terkait. Seperti pengelolaan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) ini. Banyak yang harus dibenahi dan harus segera diperbaiki.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved