News Video
Mendukung Penyaluran ZISWAF, BSI Region 2/Medan Hadirkan ATM Beras di Tiga Masjid
Dalam mendukung penyaluran ZISWAF, BSI menggandeng Masjid Al-Ilham, Jalan Mistar No.34 Medan untuk menghadirkan Mesin ATM Beras.
Mendukung Penyaluran ZISWAF, BSI Region 2/Medan Hadirkan ATM Beras di Tiga Masjid
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Dalam mendukung penyaluran Zakat Infaq Sedekah dan Wakaf (ZISWAF), BSI menggandeng Masjid Al-Ilham, Jalan Mistar No.34 Medan untuk menghadirkan Mesin ATM Beras.
"Kita sangat bersyukur ada bantuan dari BSI untuk ATM beras ini dan sekarang kita sudah mandiri untuk penyaluran berasnya yang kita dapat dari dana infaq masyarakat," ungkap Sekretaris BKM Masjid Al-Ilham, Budi, Sabtu (14/8/2021).
Dikatakan Budi, setelah satu tahun disubsidi oleh BSI, kini Masjid sudah bisa menyalurkan bantuan secara mandiri melalui infaq jamaah masjid dengan menyediakan wadah sumbangan baik secara tunai maupun secara digital dengan sistem QRIS.
"Awal kita diberi kepercayaan dengan BSI kita diberikan uang namun kita hanya boleh ambil untuk kebutuhan untuk per bulan tidak bisa sekaligus. Jadi kita akan ditanya berapa keperluannya, dan akan diberikan sesuai jumlah yang dibutuhkan," ujarnya.
Tercatat, hingga saat ini ada 115 pemegang kartu untuk penerima manfaat ATM Beras, yang terdiri dari 100 pemegang kartu ATM dan 15 pengguna KTP elektronik di Mesin ATM Beras Masjid Al-Ilham Medan.
115 pemegang kartu ini sebelumnya juga sudah diseleksi oleh pihak masjid dengan memprioritaskan keadaan ekonomi, diantaranya fakir miskin dan janda.
"Untuk kriterianya kita prioritaskan masyarakat yang kurang mampu. Karena jemaah kita tahu situasinya atau dia seorang janda, kita data pakai Kartu Keluarga," ujar Budi.
Lanjutnya untuk pengambilan beras ini, Budi memberikan jadwal agar tidak terjadi kerumunan dan mencegah beras kehabisan stok mendadak.
Adapun Budi menetapkan jadwal untuk Senin hingga Kamis dan Sabtu-Minggu, pengambilan beras dilakukan mulai pukul 05.00-07.00 WIB dan Jumat pukul 13.00-15.00 WIB.
"Tujuan kita buat jadwal ini agar jamaah dapat meramaikan masjid. Terbukti walaupun awalnya kita harus mensosialisasikan kepada masyarakat. Jadi awalnya ini sebagai pancingan untuk memakmurkan masjid dan lama-kelamaan para jamaah ini sudah terbiasa bukan hanya sekedar untuk mengambil beras saja," kata Budi.
Pengambilan beras melalui ATM Beras ini terbilang cukup mudah.
Cukup menempelkan kartu ATM beras atau KTP yang sudah masuk daftar, para penerima cukup membawa wadah untuk dapat mengangkut beras.
Seperti yang dilakukan oleh Ali, marbot masjid yang juga sebagai penerima bantuan beras.
Tinggal tak jauh dari masjid, Ali didampingi oleh Budi melakukan pengambilan beras.