33 Komoditas asal Sumut Diekspor, Gubernur Ikuti Acara Pelepasan di Belawan
Dalam kegiatan ini, Edy turut melepas 33 jenis komoditas pertanian senilai Rp 431,67 miliar dari total Rp 7,29 triliun secara nasional.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Indonesia semakin membuka lebar komoditi pertanian untuk diekspor ke negara tujuan. Dilakukan secara virtual, Presiden Joko Widodo resmi melepas komoditas ekspor pertanian dari 17 pintu ekspor Indonesia, diantaranya Pelabuhan Belawan dan akan dikirimkan ke 61 negara tujuan ekspor, Sabtu (14/8/2021).
Diikuti serentak secara nasional, kegiatan ini juga turut diikuti oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang juga ikut melepas komoditi ekspor komoditas Sumut pada kegiatan ‘Merdeka Ekspor’ di Terminal Peti Kemas, Pelabuhan Belawan, Medan.
Dalam kegiatan ini, Edy turut melepas 33 jenis komoditas pertanian senilai Rp 431,67 miliar dari total Rp 7,29 triliun secara nasional.
Baca juga: Eksportir Sumut Tumbuh di Masa Pandemi, Peluang Ekspor Makin Menjanjikan
Ada pun rincian 33 komoditas ekspor ini diantaranya, kopi biji 1.668 ton, minyak sawit 14.198 ton, pinang 1.336 ton, bunga krisan 88.000 batang, asam potong 60 ton, durian Beku 51,9 ton, kulit manis 64,5 ton dan cengkeh 8,5 ton, bungkil tongkol jJagung 142 ton.
Kemudian ada daun cincau 51 ton, gambir 8 ton, jahe 79 ton, kelapa parut 626 ton, lidi 367 ton, minyak kelapa 10 ton, nipah, 10 ton, santan kelapa 79 ton, sayuran kubis 856 ton, teh 99 ton, tepung sagu 22 ton, tepung tapioka 20 ton, tepung ubi jalar 52 ton, ubi jalar beku 19 ton, silver prills 278 ton.
33 komoditi ini berasal dari 13 kabupaten/kota seperti Langkat, Deliserdang, Karo, Simalungun, Tapanuli Selatan, Dairi, Asahan, Humbang Hasundutan, Mandailing Natal, Serdangbedagai, Labuhan Batu, Padang Lawas Utara, dan Binjai.
"Ini baru 13 kabupaten/kota yang ikut, nanti ke depan seluruh 33 kabupaten/kota harus kita dorong memaksimalkan potensi wilayahnya," ungkap Edy.
Dalam kegiatan pelepasan Merdeka Ekspor, Indonesia mengirimkan komoditi ke 61 negara. Dari jumlah tersebut, ada 37 negara yang tertarik untuk produk asal Sumut, diantaranya China, India, Jepang, Jordan, Bangladesh, Chile, Pakistan, Egypt, Rusia, Belanda, Afrika Selatan, Malaysia, Taiwan, Belgia, New Zealand, Polandia, Turki, Spanyol, Portugal, Canada, Prancis, Irlandia, United Kingdom, Australia, Hongkong, USA, Jerman, Portugal, Senegal, Kroasia, Haiti, Vietnam, Algeria, Thailand, Iran, Afganistan, Singapura, UAE, Sri Langka).
Dikatakan Edy, ekspor Sumut terus meningkat di tengah pandemi Covid-19. Nilai ekspor Sumut dari Januari - Juni 2021 naik 43,33 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Dengan mengoptimalkan seluruh potensi kabupaten/kota, ke depan ekspor tersebut bisa terus meningkat hingga 90 persen.
"Dengan meningkatnya ekspor, pertumbuhan ekonomi juga diharapkan akan meningkat pula, jika sudah begitu, pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat di Sumut segera selesai," ujarnya.
Edy juga optimis, peningkatan ekspor tersebut bisa dicapai, dengan potensi wilayah Sumut yang begitu banyak.
Sumut juga memiliki kontur wilayah yang beragam, sehingga memungkinkan meningkatkan produksi pertanian, peternakan, perikanan dan lainnya.
"Dengan beragamnya dan banyaknya potensi Sumut ini, kita yakin kita bisa tingkatkan ekspor," sebutnya.
Program ‘Merdeka Ekspor’ dilakukan serentak di 17 daerah di Indonesia. Pelepasan utama dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo langsung dari Istana Negara. Pada kesempatan itu, Presiden meminta para kepala daerah untuk memaksimalkan potensi wilayahnya masing-masing.
"Saya juga minta sambungkan dengan supply chain (rantai pasokan) nasional dan global, sehingga petani mudah mengekspor dan bisa berkembang jadi sentra produksi pertanian yang berorientasi ekspor," ucap Joko Widodo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/gubernur-lepas-ekspor.jpg)