Breaking News:

Bupati Karo Mengaku Hanya Bisa Prihatin, Kutipan Liar ke Sidebuk-Debuk Kembali Berlangsung

Berdasarkan informasi yang didapat, kutipan berlapis ini berlangsung di dua pintu masuk desa.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
HO
KORBAN pungli menunjukkan karcis berkedok retribusi yang diberi oleh pemuda setempat di kawasan wisata Sidebuk-debuk, Berastagi.(HO) 

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Kawasan objek wisata yang ada di Kabupaten Karo, pemandian air panas Sidebuk-debuk kembali tercoreng. Wisatawan yang berkunjung ke objek wisata tersebut kembali dikenakan pengutipan liar dan berlapis di pintu masuk objek wisata.

Pantauan Tribun Medan, pengutipan berlapis ini dialami oleh pengunjung bahkan sebelum pengunjung menikmati segarnya mandi air belerang. Berdasarkan informasi yang didapat, kutipan berlapis ini berlangsung di dua pintu masuk desa yaitu Desa Doulu Kecamatan Berastagi, dan Desa Semangat Gunung Kecamatan Merdeka.

Hal ini terlihat, dari adanya rekaman video pengunjung yang tersebar di media sosial Facebook. Berdasarkan video yang ada, pengunjung tersebut kembali dimintai tiket masuk setelah sebelumnya telah membayar tiket masuk di desa yang telah dilalui.

Untuk diketahui, di setiap pintu masuk, wisatawan sudah dikenakan biaya masuk sebesar Rp 5000 setiap orangnya.

Terkait hal ini, Bupati Karo Cory br Sebayang mengakui, sampai saat ini aktivitas pariwisata di Kabupaten Karo semakin memprihatinkan. Dirinya mengatakan, pihaknya sampai sekarang masih mencari solusi untuk menyelesaikan permasalahan ini.

"Sebenarnya ini yang membuat kita sangat prihatin, di mana masih ada pengutipan-pengutipan liar," ujar Cory saat ditemui di Kantor Bupati Karo, Selasa (17/8/2021).

Ketika ditanya mengenai tanggapan dan tindak lanjut yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Cory mengaku nantinya pihaknya akan melakukan rapat untuk membahas ini. Dikatakannya, untuk langkah penindakan merupakan wewenang dari Polres Tanah Karo.

"Akan segera kita rapatkan dan juga segera kita tindak. Mudah-mudahan dari pihak Polres Tanah Karo bisa menangani itu," katanya.

Baca juga: Bupati Karo Akan Minta Polres Untuk Melakukan Penindakan Pengutipan Berlapis Masuk ke Sidebuk-Debuk

Menyalahi Aturan

UNTUK diketahui para oknum yang melakukan pengutipan di dua pintu masuk pemandian air panas Sidebuk-debuk mengandalkan alasan jika pengutipan dilakukan atas dasar Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Namun, seperti diketahui jika objek wisata ini dikelola oleh pribadi dan tidak ada campur tangan dari desa. Sehingga, dasar pengutipan ini tentunya tidak memiliki kekuatan hukum dan legalitas yang jelas.

Bupati Karo menegaskan jika aktivitas pengutipan ini sudah dilarang karena memang menyalahi aturan yang ada. Diakuinya, jika dilihat dari satu sisi aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat karena tuntutan ekonomi. Namun begitu, katanya, tindakan ini harus tetap ditindak.

"Meskipun kita lihat di satu sisi karena tuntutan ekonomi, tapi harus tetap ditangani karena menyalahi aturan. Peraturan ini harus ditegakkan, dan penanganannya melalui Polres," ucapnya.

Ketika disinggung apakah nantinya akan ada aturan yang jelas untuk menetapkan pengutipan ini, Cory mengatakan, nantinya pihaknya akan menyusun peraturan ini terlebih dahulu. “Untuk membuat peraturan daerah kai akan melakukan pembahasan bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karo,” katanya.(cr4/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved