Breaking News:

Pemakaman Polisi yang Ditembak

Tangisan Pecah saat Peti Jenazah Aiptu Josmer Ditutup, Anak Almarhum : Aku Mau Lihat Wajah Papa

Begitu juga dengan anak pertama almarhum bernama Indah Selly Bervaria Manurung (5), ia tak tahan melihat saat peti jenazah ayahnya ditutup.

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN / Muhammad Anil Rasyid
Istri, anak, dan sanak keluarga almarhum Aiptu Josmer Samsuardi Manurung menyaksikan penutupan peti jenazah, Jumat (20/8/2021).   

TRIBUN-MEDAN.com, SERGAI - Suara tangisan dari rumah duka Aiptu Josmer Samsuardi Manurung pecah saat peti jenazah almarhum hendak ditutup untuk dikebumikan. Tampak istri almarhum Erni Siregar (40), kedua anak almarhum, dan sanak saudara keluarga menangis histeris. 

Amatan wartawan www.tribun-medan.com di rumah duka, saat peti jenazah hendak diangkat ke mobil ambulan, anak almarhum dari kejauhan semakin kuat menangis. 

"Aku mau lihat wajah papa," ujar anak nomer dua almarhum bernama Margaretha Manurung (3), Jumat (20/8/2021). 

Baca juga: Seorang Pria Nekat Lompat dari Lantai 4 Tempat Kerjanya, Warga : Tadi Sempat Nelpon Ibunya

Sontak perkataannya pun membuat sejumlah pelayat makin terharu dan menangis.

Begitu juga dengan anak pertama almarhum bernama Indah Selly Bervaria Manurung (5), ia tak tahan melihat saat peti jenazah ayahnya ditutup.

Pemakaman almarhum Aiptu Josmer Samsuardi sendiri dilakukan dengan upacara kepolisian dari Polda Sumatera Utara, dan dipimpin langsung oleh Dir Res Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Wisnu Adji.

Diberitakan sebelumnya, mengingat masih maraknya penyebaran virus Covid-19 di Indonesia khususnya di Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), membuat gugus tugas desa, kecamatan dan kabupaten, menertibkan sejumlah pelayat saat berada di rumah duka Aiptu Josmer Samsuardi Manurung (42) di Dusun VIII, Desa Sei Belutu, Kecamatan Sei Bamban, Sergai.

Penertiban yang dilakukan ialah, dengan mengurangi kapasitas pelayat paling banyak 50 orang. Serta, kursi untuk tempat duduk pelayat dibuat berjarak Sekitar satu meter.

Amatan wartawan www.tribun-medan.com dilokasi, tampak beberapa petugas menyemprotkan disinfektan disekitar rumah duka. 

Baca juga: Fakta Baru Kematian Aiptu Josmer Samsuardi Manurung, Pelaku Sempat Curi Pistol Korban

"Tadi ada penertiban dari gugus tugas desa, kecamatan dan kabupaten menyampaikan bahwa paling banyak 50 orang di dalam lokasi rumah duka," ujar Kepala Desa Sei Belutu, Paimin Ambarita.
 lanjut Paimin, bahkan untuk tata cara pelaksanaan adat, setiap yang mau menyampaikan adatnya itulah yang tinggal di lokasi rumah duka.

"Jadi yang mau melaksanakan adat, itu dulu yang di rumah duka. Setelah selesai baru keluar dan bergantian dengan yang lainnya," ujar Paimin.

"Peringatannya langsung disampaikan agar mengosongkan tempat dengan kapasitas 50 orang. Siapa yang yang tidak punya kepentingan silahkan keluar," sambungnya.

Saat disinggung terkait penyebaran Covid-19 di Desa Sei Belutu, Kecamatan Sei Bamban, Paimin menambahkan, saat ini sudah tidak ada yang terpapar. Namun, pada awalnya ada beberapa warga yang dinyatakan terkonfirmasi Covid-19.

"Kalau penyebaran Covid-19 di Desa Sei Belutu, Kecamatan Sei Bamban ini, pada awalnya ada tapi sekarang sudah steril, tidak ada yang terpapar Covid-19," ujar Paimin.

(cr23/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved