Breaking News:

Inspirasi

IQ Bukan Segalanya

pembaca mengenal Bill Gates? William Henry Bill Gates (lahir  di Seattle, Washington, 28 Oktober 1955, umur 65 tahun) adalah seorang tokoh bisnis,

Editor: Ismail
Freepik
IQ (intelligence quotient) 

PERNAHKAH  pembaca mengenal Bill Gates? William Henry Bill Gates (lahir  di Seattle, Washington, 28 Oktober 1955, umur 65 tahun) adalah seorang tokoh bisnis, investor, asal Amerika Serikat, serta mantan CEO yang saat ini menjabat sebagai ketua Microsoft  perusahaan perangkat lunak.

Ia telah bisa membuat program komputer dalam usia tiga belas tahun. Program komputer telah membuatnya terobsesi, sehingga ia merelakan kuliahnya di universitas bergengsi di Amerika. Kini sekitar 70-80 persen program komputer dunia berasal dari kantornya Bill Gates.

Steve Jobs (almarhum) anak yang nakal pada waktu muda dan gemar elektronika. Ia meninggalkan kuliahnya dan berhasil dalam tugas industri yang berbeda yaitu musik, komputer dan film animasi. Sergey Brin Larry Page juga merelakan program doktornya karena terobsesinya untuk mengkomersialkan hasil riset mesin pencarinya.

Di Indonesia juga tak sedikit orang-orang hebat yang punya prestasi akademik biasa biasa saja, bahkan ada yang tak tamat SD. Sejatinya dunia berpihak kepada orang-orang yang berpengharapan yang pantang menyerah untuk menggapainya. Orang Arab bilang man jada wajada (siapa yang bersungguh sungguh akan mendapat atau berhasil).

Ya, keberhasilan ataupun prestasi tidak hanya dimiliki oleh orang-orang yang memiliki IQ (intelligence quotient) yang tinggi. Justru orang-orang besar dunia memiliki IQ yang biasa-biasa saja. Kenapa ini bisa terjadi? Jawabnya sederhana saja: mereka memiliki motivasi yang jelas apa ingin dicapai. Karenanya Einsten mengemukakan, bakat hanya satu persen, selebihnya adalah kerja keras untuk memperoleh apa yang diingini atau dicita-citakan.

Pribadi dengan tingkat kecerdasan (IQ) yang tinggi belum tentu memiliki prestasi yang baik. Namun, bila kita memiliki motivasi yang tinggi, maka prestasi pun biasanya baik.

Pada dasarnya setiap pribadi (person) , ingin  berprestasi. Kita mau melakukan yang terbaik dalam rangka menumbuhkan kepercayaan diri dan pembentukan konsep diri yang positif.

Lihatlah kehidupan para balita (bawah lima tahun) yang suka sekali bertanya 'Kenapa?' 'Ini apa?'  'Untuk apa?'  'Punya siapa?'  Pertanyaan itu seringkali meluncur tak henti dari mulut si kecil. Dengan rasa ingin tahu begitu besar, yang dituangkan dalam pertanyaan, akhirnya balita pun mengetahui banyak hal. Tahu kalau api dapat membakar, pisau dapat melukai, dan lain sebagainya.

Bukan Segalanya

Tersebutlah si A dan si B yang sama-sama siswa SMA. Si A memiliki IQ 150, sementara si B hanya 110 saja. Tetapi prestasi  belajar si B jauh lebih baik ketimbang si A. Kenapa ini bisa terjadi? Si A karena merasa jenius, belajar ogah-ogahan, sementara si B karena merasa IQ-nya hanya rata rata saja, ia belajar lebih keras dan tekun. Hasilnya cukup gemilang buat si B.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved