Viral Medsos
Beredar di Media Sosial Peralatan Militer AS yang Tertinggal di Afghanistan Malah Diangkut ke Iran
Taliban menguasai harta karun rampasan perang berupa peralatan militer yang telah diberikan kepada pemerintah Afghanistan oleh AS.
Pasukan Taliban menyaksikan pesawat AS terakhir menghilang ke langit malam sekitar tengah malam Senin dan kemudian menembakkan senjata mereka ke udara dan menyalakan kembang api, merayakan kemenangan setelah pemberontakan 20 tahun di Afghanistan yang mengusir militer paling kuat di dunia dari salah satu yang termiskin. negara.
Para pemimpin Taliban secara simbolis berjalan melintasi landasan Bandara Internasional Kabul didampingi pasukan Khusus Taliban.
"Kemenangan ini milik kita semua," kata Zabihullah Mujahid di Bandara Kabul yang didampingi sejumlah pemimpin Taliban lainnya.
Zabihullah Mujahid lebih lanjut menambahkan, “Kami menginginkan hubungan diplomatik yang baik dengan seluruh dunia.”
Dalam siaran langsung, sambil berjalan melalui fasilitas Bandara Kabul, Zabihullah Mujahid mengatakan,"Dunia seharusnya belajar dari mereka (Amerika) dan ini adalah momen kemenangan yang menyenangkan."
Para pejabat Taliban merekam kondisi Bandara Kabul yang kosong dengan ponsel mereka.
Tinggalkan Puluhan Pesawat dan Pertahanan Udara
Pentagon mengakui mereka meninggalkan puluhan alutsista di Bandara Kabul.
Jenderal Frank McKenzie mengatakan pasukan AS meninggalkan beberapa aset militer di bandara, termasuk sistem pertahanan udara (hanud) Counter-Roket, Artileri, Mortar (C-RAM) yang melindungi bandara dari serangan roket musuh.
Sistem pertahanan udara ini mencegah serangan roket yang menargetkan bandara Kabul pada Senin pagi.
Lalu ada sekitar 70 kendaraan taktis Ranjau - Resistant Ambush Protected (MRAP), 73 pesawat di landasan Bandara Kabul dan 27 High-Mobility Multipurpose Wheeled Vehicles (Humvee).
Sebuah video yang dibagikan oleh seorang jurnalis di Twitter menunjukkan bagaimana pasukan Taliban memasuki hanggar segera setelah pasukan AS keluar dari negara itu.
Dalam video tersebut, pasukan Taliban terlihat memeriksa helikopter Chinook yang ditinggalkan oleh militer AS.
Namun Kepala Komando Pusat Jenderal Kenneth McKenzie memastikan 73 pesawat yang ditinggal di Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul sudah "dimiliterisasi".
"Pesawat-pesawat itu tidak akan pernah terbang lagi... Pesawat ini tidak akan pernah bisa dioperasikan oleh siapa pun," katanya.
"Sebagian besar dari pesawat ini tidak mampu melakukan misi sejak awal. Tapi yang pasti, mereka tidak akan pernah bisa. untuk diterbangkan lagi."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/peralatan-militer-as-dari-afghanistan-dibawa-ke-iran.jpg)