Varian Baru Covid 19

'MU', Varian Baru Covid-19 yang Bermutasi dari Jenis Lainnya, Berikut Ini Penjelasan WHO

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak memungkiri adanya varian Covid-19 yang baru B1621 atau MU yang sekarang mulai menyebar luas

Editor: Array A Argus
Ap via t r ibunjateng
ILUSTRASI-Kremasi massal jenazah penderita Covid-19 di India 

TRIBUNMEDAN.COM,JENEWA-Virus Covid-19 terus bermutasi sejak kemunculannya pada tahun 2019 lalu.

Saat ini, muncul lagi varian baru yang disebut MU.

Adapun varian Covid-19 MU ini menyusul setelah ditemukannya beragam varian lain seperti Alpha, Delta, Kappa dan Lambda.

Menurut peneliti dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), varian Covid-19 MU ini dikenal secara ilmiah dengan B1621.

Baca juga: Lambda, Varian Baru Covid-19 yang tak Kalah Mematikan dari Kappa yang Masuk Indonesia

Kemunculannya pertama kali terdeteksi di Kolombia pada Januari 2021 lalu.

Menurut peneliti, varian Covid-19 MU ini diklasifikasikan sebagai "variant of interest”.

“Varian MU memiliki konstelasi mutasi yang menunjukkan sifat potensial untuk lolos dari kekebalan," kata WHO pada Selasa (31/8/2021) dalam buletin pandemi mingguannya, dikutip dari AFP.

WHO mengatakan varian tersebut memiliki mutasi yang menunjukkan risiko resistensi terhadap vaksin.

Mereka juga menekankan bahwa penelitian lebih lanjut sedang dilakukan untuk lebih memahami varian baru ini.

Baca juga: MAKIN NGERI, Kappa Varian Baru Covid-19 Masuk Indonesia Ditemukan di Jakarta, Lebih Kuat dari Delta

Ada kekhawatiran yang meluas atas munculnya mutasi virus baru, karena tingkat infeksi kembali meningkat secara global.

Varian Delta memiliki sifat yang sangat mudah menular, terutama di antara mereka yang tidak divaksinasi dan di wilayah yang telah melonggarkan prokes.

Semua virus, termasuk Sars-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19, bermutasi dari waktu ke waktu.

Sebagian besar mutasi memiliki sedikit atau tidak berpengaruh pada sifat virus.

Tetapi mutasi tertentu dapat memengaruhi sifat-sifat virus dan memengaruhi seberapa mudah virus itu menyebar, tingkat keparahan penyakit yang ditimbulkannya, dan ketahanannya terhadap vaksin, obat-obatan, dan tindakan pencegahan lainnya.

Baca juga: HATI-HATI, Varian Baru COVID-19: Varian Delta hingga Varian Kappa Telah Ditemukan di Jakarta

WHO saat ini mengidentifikasi empat varian Covid-19 yang menjadi perhatian, termasuk Alpha, yang ditemukan di 193 negara, dan Delta, yang ditemukan di 170 negara.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved