Breaking News:

Ikut Laksanakan Sekolah Tatap Muka, Siswa SMA Deliserdang Pulang Lebih Lama

SMA di Kabupaten Deliserdang mulai hari ini turut menggelar pembelajaran tatap muka di sekolah bagi siswa

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Seorang guru di SMA Negeri 1 Lubukpakam memberikan penjelasan kepada anak didiknya ketika hari pertama diberlakukannya PTM, Senin (6/9/2021).(TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR) 

TRIBUN-MEDAN.COM,DELISERDANG-SMA sederajat di Kabupaten Deliserdang ikut melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas, Senin (6/9/2021). 

Hal ini sama denga yang dilakukan oleh setingkat PAUD, SD dan SMP sederajat dibawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Deliserdang.

Pantauan www.tribun-medan.com di SMA Negeri 1 Lubukpakam, sekira pukul 09.30 WIB siswa/siswi masih tampak belajar. 

Baca juga: MULAI HARI INI, Sekolah SMA Sederajat di Deliserdang Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Artinya lebih dari dua jam sudah mereka mengikuti pembelajaran tatap muka, karena sudah dimulai pukul 07.30 WIB.

Kondisi ini berbeda dengan SD dan SMP, karena hanya belajar dua jam di dalam kelas. 

Di dalam kelas satu meja hanya ada satu orang. 

Kepala SMA Negeri 1 Lubukpakam, Ramli Siregar menyebut anak didiknya dijadwalkan pulang pada pukul 12.00 WIB. 

Ia menyebut pembelajaran tetap dilakukan dengan mengedepankan protokol kesehatan.

Baca juga: Masih PPKM Level 3, Pemkab Toba Belum Tetapkan Jadwal Pembelajaran Tatap Muka

"Hari ini mulai dari kelas X, XI dan XII semuanya masuk hanya saja hanya 50 persen di dalam ruangan. Kalau hari ini masuk berarti masuk ke sekolah lagi hari Rabu karena besok jadwal untuk yang tidak masuk hari ini,"

"Walaupun tidak masuk tetap dilakukan pembelajaran daring,"ucap Ramli Siregar. 

Ramli menyebut konsep pembelajaran ini sudah mereka susun sebelumnya. 

Disengaja sekolah tidak dibuat dua gelombang dalam satu hari karena takut akan ada keramaian disaat pergantian. 

"Di sekolah kita ini juga sudah dibentuk Satgas yang sudah di SK kan. Artinya Prokes tetap dijaga. Kita sudah mintai persetujuan orang tua dan semua orang tua menginginkan anaknya belajar tatap muka karena anak-anak ini juga rindu untuk ke sekolah,"katanya. (dra/tribun-medan.com).

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved