Breaking News:

Kepolisian Masih Lakukan Penyelidikan Kasus Pembunuhan di Desa Pardomuan Nauli

Kepala Desa Pardomuan Nauli menjelaskan bahwa pelaku Jonny Hutapea dengan korban pasutri mengalami keretakan hubungan sebagai keluarga setelah pelaku

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/ MAURITS PARDOSI
Suasana terkini rumah pelaku dan korban berada di Dusun III Lumban Dolok, Desa Pardomuan Nauli, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba pada Selasa (7/9/2021) 

TRIBUN-MEDAN.com, TOBA - Soal kasus percobaan pembunuhan pasutri di Dusun III Lumban Dolok, Desa Pardomuan Nauli, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba, pada hak kepolisian masih melakukan proses penyelidikan.

Ke lokasi, pihak kepolisian telah melakukan cek Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang ditemani oleh pihak perangkat desa.

Kapolsek Laguboti AKP JP Aruan membenarkan kasus yang terjadi dan masih dalam tahap penyelidikan.

Baca juga: Pria Berusia 20 Tahun Ini Ternyata Anak Artis, Menikah di Usia 18 Tahun, Hidupnya Sangat Sederhana

"Benar bahwa pada hari ini telah terjadi penganiayaan yang dilakukan oleh seorang laki-laki terhadap menantu dan putrinya di Desa Pardomuan Nauli, Kecamatan Laguboti. Namun hingga kini kita masih melakukan penyelidikan," sebutnya dikonfirmasi di ruang kerjanya di Polsek Laguboti.

Ia juga mengatakan bahwa korban dan pelaku masih dirawat di rumah sakit.

"Kalau korban dirawat di RSUD Porsea setelah dibawa dari puskesmas terdekat lalu pelakunya dibawa ke RS HKBP Balige," sambungnya.

Sebelumnya, Kepala Desa Pardomuan Nauli menjelaskan bahwa pelaku Jonny Hutapea dengan korban pasutri mengalami keretakan hubungan sebagai keluarga setelah pelaku menikah kedua kalinya.

"Setelah pelaku menikah kedua kalinya, hubungan antara pelaku dan korban tidak harmonis lagi," ujar Kepala Desa Pardomuan Nauli Muktar Hutahean pada Selasa (7/9/2021).

Ia juga menjelaskan bahwa keseharian Jonny Hutapea dan istrinya adalah petani. Mereka juga masuk dalam keluarga harapan yang menerima bantuan dari pemerintah.

Baca juga: POS Pengamatan Gunung Api Sinabung Catat Pertumbuhan Kubah Lava Cenderung Menurun

"Ekonomi si pembunuh ini, dia penerima PKH dan korban ini adalah penerima BLT di desa ini," sambungnya.

Selain sebagai seorang petani, Jonny Hutapea sehari-hari mengambil tuak dari pohon aren yang ada di areal rumahnya tersebut.

"Kalau pekerjaan sehari-hari pelaku ini adalah petani dan pengambil tuak dari aren," terangnya.

Sementara, korban memiliki keseharian sebagai petani dan harus mengolah lahan orang lain sebab mereka tidak memiliki lahan pribadi.

"Kalau Simanullang ini, pekerjaannya juga petani begitu juga dengan istrinya. Karena sawah mereka tidak ada, mereka mengolah sawah orang lain," pungkasnya.

(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved