Tes SKD Sudah Dekat, Peminat Bimbel untuk Lulus CPNS Berkurang Hingga 15 Persen

Bimbel GO yang terletak di Jalan Abdullah Lubis Kota Medan ini terpantau sepi. Menurut  Ani Admin Bimbel GO hanya ada ribuan siswa yang mendaftar. 

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Ayu Prasandi
Twitter/ @BKNgoid
Ibu Hamil mengikuti tes SKD CPNS 2018 

TRIBUN-MEDAN.COM- Selama masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM) di Kota Medan beberapa tempat Bimbingan Belajar ( Bimbel) Calon Aparatur Sipil Negara ( CPNS) mengalami kekurangan siswa yang mendaftar. 

Padahal biasanya menjelang ujian CPNS peserta mempersiapkan dirinya dengan mengikuti berbagai Bimbel dan lain sebagainya.

Menurut Direktur Bimbel Azkia, Hari yang terletak di Jalan Kangkung no 24 AB Medan ini pihaknya mengalami kekurangan siswa. 

Baca juga: PPKM di Medan Diperpanjang, Makan dan Minum di Tempat Paling Lama Satu Jam, Acara Hajatan Diizinkan

"Pastinya mengalami kekurangan, tahun lalu memang berkurang namun saat ini lebih berkurang dikarenakan adanya PPKM dan hal lain sebagainya," Ucap Hari saat dihubungi melalui via sambung telepon siang ini Rabu (8/9/2021).

Dikatakan Hari tahun ini pihaknya mengalami kekurangan tidak secara signifikan yakni sebesar 10 hingga 15 persen.

"Untuk tahun ini Hanya ada 1000 peserta CPNS yang mengikuti bimbel ditempat saya. Jika tahun sebelumnya itu ada 1.500 siswa. Bahkan sebelum pandemi bisa mencapai  4000-8000 yang mendaftar," ucapnya. 

Dari pantauan www.tribun-medan.com hal serupa  juga dialami oleh tempat Bimbingan Belajar CPNS Lainnya seperti Ganesha Operation (GO), dan lain-lain.

Bimbel GO yang terletak di Jalan Abdullah Lubis Kota Medan ini terpantau sepi. Menurut  Ani Admin Bimbel GO hanya ada ribuan siswa yang mendaftar. 

"Dulu itu bisa puluhan  ribu tapi sekarang hanya ribuan," jelas Ani singkat. 

Baik Hari maupun Ani menyebutkan bahwa selama PPKM ini para peserta CPNS yang mendaftar Bimbel di tempatnya melakukan pembelajaran secara daring.

Baca juga: Dinas Koperasi Sumut Minta Pendaftar BPUM UMKM Proaktif Mencari Informasi

"Jadi tidak ada yang datang ke tempat les lagi. Semua daring. Di tempat kita ada 4 cara belajar yang diterapkan sehingga meski dengan daring tetap terlaksana dengan baik," Ucap Hari 

Menurut Hari pembelajaran secara daring memang banyak yang kurang maksimal, apalagi jika siswanya susah jaringan akses internet. 

"Kalau kita gak ada keluhan paling kalau siswanya tidak bisa ikut daring karena  akses jaringan internetnya lambat," paparnya.

Namun mengatasi hal itu, pihaknya memberikan hasil vidio pembelajaran ke setiap peserta sehingga para peserta bisa mengulangi materi pelajaran.

Untuk keluhan siswa dikatakan Hari sangat banyak. Mulai dari materi yang para peserta sulit paham dan akses jaringan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved