TRIBUNWIKI
SOSOK Brian Harefa, Anak Pulau Yang Keliling Dunia Lewat Saksofon
Kecintaan dirinya terhadap musik membuat Brian akhirnya membentuk grup orkestra bersama sahabatnya, Nelson.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Alunan melodi merdu dari tiupan saksofon Brian Harefa, Saksofonis asal Sumut akan membuat siapapun yang mendengarkannya pasti akan terbawa suasana.
Kelihaiannya memainkan saksofon ini ternyata membuatnya mampu berkeliling Indonesia hingga mancanegara.
Beberapa ajang musik yang pernah ia ikuti seperti Java Jazz Festival di Jakarta dan Daegu International Jazz Festival di Korea Selatan.
Baca juga: Santai di Tepi Pantai, Artis Prilly Latuconsina Pede Pamer Penampilan Menggoda Kenakan Baju Renang
Dikatakan Brian, bakat bermusiknya tak serta merta hadir begitu saja, namun darah seninya sudah mengalir sejak duduk di bangku sekolah dasar yang dikenalkan oleh orangtuanya.
“Kebetulan orang tua saya salah satu musisi di pulau nias dan dikenalkan musik dari umur empat tahun. Dulu juga diajarin main keyboard. Setelah itu saya ada pelayanan di gereja dari kelas enam SD,” ungkap Brian saat mengisi acara Tea Time Tribun Medan, Kamis (9/9/2021)
Melihat potensi bakat yang semakin menonjol sejak dini, Brian akhirnya membulatkan tekad dengan mencoba mendalami ilmu bermusik di SMKN 11 Medan.
Menariknya, sebelum piawai memainkan saksofon, Brian ternyata sempat ingin mengambil bidang untuk di mayor piano.
“Awal masuk SMK ini saya ingin ambil mayornya itu maunya di piano karena di Nias kan saya taunya itu di keyboard. Rupanya pas di tes dibilang guru saya kalau ambil di piano, skill saya kurang karena itukan harus di jurusan klasik,” tutur Brian.
Bak sudah ditentukan oleh takdir, pria kelahiran 1991 ini memilih untuk bermain klarinet, alat musik yang tak beda jauh dari saksofon.
Baca juga: Kawasan Pulo Brayan Bengkel kerap terjadi tindakan pencurian bola lampu dan kabel listrik
Mengidolakan Kenny G, saksofonis asal Amerika, Brian mulai berlatih tekun mulai dari fingering yang membuat dirinya otomatis juga lihai untuk bermain saksofon.
Ingin lebih memperdalam ilmu dan lebih profesional, Brian kemudian mengenyam pendidikan di Etnomusikologi USU.
“Disitu saya makin memperdalam kemampuan saksofon saya. Nah disini udah mulai ambil job untuk beberapa event sampai sekarang sudah jadi profesional,” kata Brian.
Berawal dari ingin ke Piano dan kini menjadi saksofonis, Brian menjelaskan bahwa hal tersebut bukanlah suatu hambatan untuk dirinya memainkan alat musik lainnya.
Bagi Brian, ketekunan menjadi kunci utama bagi seseorang untuk dapat menguasai sesuatu.
“Pada dasarnya ketika kita sudah punya basic musik dan juga bakat, itu otomatis bisa beralih. Teorinya kan sama tinggal gaya memainkannya aja yang diubah. Jadi ada perbedaan tapi tidak begitu mengefek seharusnya. Kalau memang mau dipelajari, itu bisa dimainkan, yang penting tekun dulu bAkat bisa belakangan,” kata Brian.
Kecintaan dirinya terhadap musik membuat Brian akhirnya membentuk grup orkestra bersama sahabatnya, Nelson.
“Saya buat ini berdasarkan passion. Di Medan ini dulu ada grup orkestra tapi karena di Medan konsumennya tidak ada, terakhir tenggelam dan 2013 saya ada buat bareng Nelson grup orkestra,” ujarnya.
Membentuk grup orkestra ternyata tak semulus yang dibayangkan. Terbentuk pada tahun 2013, grup Brian akhirnya mampu tampil pada tahun 2016.
Baca juga: Begini Cara Achmad Fadil Nasution, Tim Billiar Sumut Usir Jenuh Saat Training Camp
“Jadi dalam tiga tahun itu kita belajar dan latihan terus, dan tahun ketiga baru dapat jobnya. Jadi dari 2016 hingga sekarang masih terus berjalan. Jadi setelah grup orkestra itu kan ramai anggotanya, dan gak banyak juga yang pakai jasanya. Jadi pelan-pelan dari orkestra turun ke band dan akustik karena mereka Multi skill,” jelasnya.
Diceritakan Brian, dirinya mengenal awal pertama dirinya mendapatkan job hingga saat ini tak terlepas dari ketekunan dan faktor keberuntungan yang ia syukuri.
“Sebenarnya sih gak menduga karena saya ini hanya anak pulau yang sekolahnya biasa saja. Namun dengan ketekunan dan juga menjaga relasi dan ada juga faktor beruntung. Jadi kalau diflashback lagi, masa awal nerima job tahun 2010 sampai sekarang, ini saya bingung dan juga bersyukur karena selalu diberi jalan sama Tuhan,” ucapnya.
13 tahun berkecimpung dalam dunia bermusik secara profesional, Brian sudah menghasilkan karya album bertemakan daerah hingga album Jazz pada tahun 2012.
“Musik itu sebenarnya sebagian dari jiwaku. Aku tipenya hobi mengeksplorasi. Sekarang saat ini aku belajar mengenai ilmu hukum seperti HAKI, aku juga belajar politik. Namun, jika aku mempelajari sesuatu tentang musik, jiwa ini seperti hidup lagi. Ibaratnya aku menganggap bermain musik itu dapat membebaskan jiwa kita baik dibayar atau gak dibayar,” kata Brian.
Gemar Berkegiatan Amal
Karir bermusik yang gemilang tak membuat Brian lupa diri terhadap sesama. Masih berkaitan dengan musik, dirinya dan tim sering membuat konser sosial yang dananya akan disumbangkan untuk kegiatan amal.
Diamanahkan sebagai Charter President Rotary Club Medan Talenta, Brian selalu mematangkan konsep jika ingin membuat suatu kegiatan sosial diantaranya konser amal.
“Kita sering buat Charity concert. Kebetulan waktu bersama Rotary Club kita handle concert Song For Humanity. Kita buat Charity concert ini yang nantinya dana akan disalurkan kepada yang membutuhkan. Jadi sebelum buat Charity, kita buat konsepnya dulu mengenai tema dan juga penyalurannya,” kata Brian.
Baca juga: Wisata Keramat Kubah, Lokasi di Perdagangan yang Konon Kerap Didatangi Caleg Pada Tahun Politik
Selain konser amal, Brian bersama Rotary Club selalu mengadakan kegiatan sosial seperti pembagian sembako hingga kegiatan amal lainnya.
Brian membuat Rotary Club sejak Juni 2020. Dalam keanggotaannya, diisi oleh seniman hingga pelaku ekonomi kreatif.
Diceritakannya, pembentukan Rotary Club ini dibuat semasa PSBB tahun lalu secara tidak terduga berawal dari konsep amal di vihara.
“Awal bentuk ini gak terduga. Jadi awalnya ada konser amal di sebuah vihara yang diinisiasi oleh Bhante Aggacitto. Jadi setelah itu, kumpul kita cerita kan ada itu kemarin dana yang akan disumbangkan untuk pemberian APD. Kita pikir mumpung lagi PSBB ini, kenapa kita tidak buat kegiatan sosial,” tutur Brian.
Dari situ, Brian menyadari bahwa walaupun dunia seni atau event lagi terpuruk, tapi ia merenungi bahwa ada lagi yang lebih terpuruk hingga akhirnya terbentuk lah Rotary Club dibawah kepemimpinan Brian.
“Pertama simpel aja niatnya kita bagi sembako. Tapi semakin lama kita berkunjung ke panti disabilitas mental, SLB, dan juga ke sekolah yang tidak layak. Kita mulai survei, kita bantu dan perbaiki,” jelasnya.
Teranyar, semasa PPKM di kota Medan, Brian membuat Rotalent Bantu Teman. Jadi program ini memberikan sembako sebanyak 1000 paket ke semua orang vendor atau pelaku ekonomi kreatif yang Terdampak covid-19.
“Kita bukan pemerintah tapi kita tahu bahwa melakukan hal kecil saja sudah bisa membantu. Tidak mesti harus mengeluarkan yang luar biasa,” pungkasnya.
Baca juga: Pose Menggoda Artis Luna Maya di New York Jadi Sorotan, Netizen Salfok ke Bagian Kaki Mantan Ariel
Biofile
Nama : Brian Laso Saro Harefa S.Sn M.Sn
Tempat/Tanggal Lahir : Gunungsitoli, 20 Januari 1991
Karir :
- Founder Shine Music Medan
- Music Director Shine Orchestra Medan
- Saxophonist, pianist, composer
- Owner @HiliCafe Nias
- Dosen Musik dan teknologi, Etnomusikologi USU
- Charter President Rotary Club Medan Talenta
Pendidikan :
SMK Negeri 11 Medan
S1 Etnomusikologi USU
S2 Magister Pengkajian dan Penciptaan Seni USU
Prestasi :
2010 – International Gathering Student
(IMT GT ) Songkhla, Thailand
2011 s/d 2018 – North Sumatra Jazz Festival,
Medan
2011 – Pesta Gendang Nusantara, Melaka
2012 – Medan Jazz Nation
2012 s/d 2013 – Java Jazz Festival, Jakarta
2013 – Sumatra Jazz Festival, Medan
2016 – Founder Shine Orchestra Medan
2016 – Daegu International Jazz Festival, South Korea
2017 – Magical Night Concert by Shine Music and JW Marriot Medan
2018 – African Cultural Concert, Hongkong
2018 – Yongin Jazz Festival, South Korea
2018 – Sarawongi ba dano Niha Concert with Shine Orchestra, Medan
2019 – Anniversary of US – Indonesian Relations,Medan
Baca juga: Beruntungnya Muzdalifah Menikahi Pria Berondong, Fadel Islami Ungkap Tiga Hal Ini
Karya :
1.High Voltage, (1st WALHI Music composition Festival (2016, Jazz category)
2.Midnight, Genre Jazz, BDG the Explorer album 2013
3.The Shaman Song, Genre Jazz, BDG the Explorer album 2013
4.Song For you, Genre Jazz, BDG the Explorer Album 2013
5.Rain, Genre Jazz, BDG the Explorer Album 2013
6.Batak Space, Genre World Music, Stand up triody album 2014
7.Mohawk, Genre Jazz, Under the Sun Album by Erucakra Mahameru and Cman 2014
8.Saat Bersamamu, Indonesia Pop Song, Big Brothers Medan 2015
9.Heza mano, Nias popular song, Ono Niha Band album 2016
10.Magical Night, Genre EDM, Shine Orchestra 2017
Orang tua :
Ayah : Manotona Harefa
Ibu : Darnis Ndruru
Istri : Ribka Sola Gratia
Anak : Zedlagia Harefa
(cr13/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/brian-laso-saro-harefa.jpg)