TRIBUNWIKI
Museum Daerah Langkat, Ternyata Bangunan Bersejarah, Tengku Amir Hamzah dan Kesultanan Langkat
Museum ini berisikan benda-benda khazanah peninggalan Tengku Amir Hamzah dan Kesultanan Langkat,
Penulis: Satia | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN.COM, STABAT - Museum Daerah Kabupaten Langkat ternyata dulunya adalah bangunan bersejarah peninggalan Kesultanan Langkat.
Dilansir dari berbagai sumber, bangunan ini dulunya disebut Gedung kerapatan Sultan Langkat didirikan oleh Sultan Abdul Azis pada tahun 1905.
Gedung ini berdekatan dengan mesjid Azizi Tanjung Pura. Dahulu berfungsi sebagai tempat berkumpul dan bermusyawarah para Kesultanan.
Setelah tidak lagi dipakai sebagai tempat pertemuan, kini gedung tersebut menjadi lokasi penyimpanan benda-benda purbakala, etnografi dari sejarah Kabupaten Langkat.
Baca juga: Artis Natasha Wilona Ceritakan Kisah Pahit Masa Lalunya hingga Soal Asmara
Di dalam gedung, terdapat pula foto-foto peninggalan Kesultanan Langkat dalam masa perjuangan.
Selain itu, gedung ini memiliki tujuh ruangan yang dinamai dengan nama pahlawan asal Kabupaten Langkat dan suku.
Gedung dengan arah mengahadap ke Utara terdiri dari dua bangunan utama, yaitu bangunan pendopo dan bangunan induk.
Pendopo memiliki pilar-pilar yang besar sebagai penyangga bangunan, beratap lengkung serta berhiaskan lambang ayam betina.
Sedangkan bangunan induk memiliki atap berbentuk kubah, terdapat teras setinggi 75 cm dengan pilar-pilar penopang bangunan.
Museum ini berisikan benda-benda khazanah peninggalan Tengku Amir Hamzah dan Kesultanan Langkat, juga benda-benda budaya dari beberapa etnis yang ada di Kabupaten Langkat.
Museum ini berada di bawah kepemilikan Pemerintah Kabupaten Langkat dan dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Langkat.
Baca juga: Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Beri Beasiswa Bagi Pelajar Kabupaten Deliserdang
Di bagian dalam, terdapat juga miniatur rumah daerah Jawa, miniatur rumah adat Karo, termasuk benda-benda yang dipakai pada masa perjuangan sebelum kemerdekaan.
Ada pula benda-benda peninggalan Tuan Guru Babussalam, seperti foto Tuan Guru Babussalam I sampai yang sekarang.
Lalu ada juga replika singgasana Kesultanan Langkat.
Kemudian, pada dinding-dinding terpajang foto-foto mantan pemimpin-pemimpin Kabupaten Langkat, seperti para bupati, ketua DPRD dan lain-lain.
(wen/tribun-medan.com)