Breaking News:

Penipuan CPNS

Nama SBY, Ali Umri Hingga M Idaham Disebut-sebut Dalam Sidang Kasus Penipuan CPNS

Terdakwa penipuan bernama Ratna Milda Nasution sempat menyebut nama SBY, Ali Umri hingga M Idaham

Penulis: Satia | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/SATIA
Ratna Milda Nasuiton, oknum PNS Pemko Binjai yang menipu menjual nama mantan Wali Kota Binjai M Idaham saat diadili di PN Binjai, Kamis (7/7/2021).(TRIBUN MEDAN/SATIA) 

TRIBUN MEDAN.COM,BINJAI- Pengadilan Negeri (PN) Kota Binjai menjatuhkan hukuman dua tahun penjara terhadap Ratna Milda Nasution, pegawai negeri sipil (PNS) Pemko Binjai yang terlibat kasus penipuan modus menawarkan korban sebagai CPNS. 

Dalam amar putusan majelis hakim, terdakwa Ratna Milda Nasution dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan, sebagaimana didakwa oleh jaksa penuntut umum (JPU). 

"Ya, sudah diputus dan terdakwa divonis dua tahun penjara," kata Humas PN Binjai David Simaremare, Selasa (14/9/2021). 

Baca juga: Niat Ingin Masukkan Anak Kerja, Uang Warisan Ibu Ini Dibawa Kabur Mantan Honorer Dishub Kota Medan

Namun, hukuman tersebut lebih ringan dari tuntutan JPU, yang meminta terdakwa agar dihukum tiga tahun penjara karena dianggap terbukti melanggar Pasal 378 subsidair Pasal 372 KUHPidana. 

Dalam persidangan, Ratna Milda Nasution mengatakan, bahwa ia dijanjikan mantan Wali Kota Binjai M Idaham untuk menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit, apabila bisa menarik uang kepada orang yang mau menjadi PNS. 

"Saya dijanjikan menjadi Direktur Rumah Sakit setelah memasukkan orang menjadi PNS," kata dia, di hadapan hakim PN Binjai pada Kamis (8/7/2021) lalu. 

Baca juga: Kabur Selama 10 Tahun, DPO Penipuan CPNS Ratusan Juta Ditangkap Tim Tabur Kejari Asahan

Kemudian, lanjut Ratna, M Idaham terus menanyakan kepadanya mana orang-orang yang mau masuk menjadi PNS dengan jalur khusus, lantaran dirinya sedang ada di Jakarta. 

Sebab, menurutnya, M Idaham telah mencantumkan pemberitahuan melalui media sosialnya ada penerimaan CPNS melalui jalur khusus. 

"Mantan Wali Kota M Idaham bilang, mana teman kamu yang mau masuk PNS, saya lagi di Jakarta," ungkapnya. 

Kemudian, dirinya juga mengaku menjadi PNS lewat jalur khusus, pada jaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wali Kota Binjai Ali Umri.

Baca juga: Janjikan Jadi Pegawai Rumah Sakit, Tiga Oknum PNS Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved