Breaking News:

TRIBUNWIKI

Mengenal Instrumen Investasi di Pasar Modal Beserta Untung Ruginya

Karena apapun jenis aktivitas investasinya, akan selalu merujuk pada prinsip investasi yang sesungguhnya yaitu high risk, high return dan low risk.

Dok. Humas Bank Commonwealth
Kegiatan memantau pergerakan pasar modal Indonesia. Head of Wealth Management & Premier Banking Bank Commonwealth Ivan Jaya memperkirakan reksa dana masih menjadi favorit investor karena faktor kemudahan, jumlah minimal investasi yang terjangkau, serta pengelolaan investasi yang dilakukan oleh Manajer Investasi (MI). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Berinvestasi di pasar modal menjadi salah satu alternatif yang dapat dilakukan dalam mengalokasikan dana untuk kebutuhan jangka panjang.

Investasi kini menjadi bagian dari perencanaan keuangan, di mana investasi adalah aktivitas menempatkan modal, baik berupa uang atau aset berharga lain ke dalam suatu produk, lembaga, atau suatu pihak dengan harapan pemodal atau investor kelak akan mendapatkan keuntungan setelah kurun waktu tertentu.

Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumatera Utara Muhammad Pintor Nasution, mengatakan disebutnya kurun waktu tertentu, bukan dalam waktu cepat karena esensi dari investasi yang utama adalah untuk melindungi nilai uang kita dari inflasi atau kenaikan harga barang dan jasa di masa depan.

Baca juga: Resep Es Soda Nipis dan Cara Membuatnya, Minuman Segar untuk Menikmati Momen Bersantai

"Sementara itu, jika ada yang berinvestasi, misalnya saham atau mata uang digital seperti kripto yang marak dibicarakan tetapi untuk jangka waktu pendek, ini lebih bersifat spekulasi, " ujar Pintor, Sabtu (18/9/2021).

Lanjutnya, aktivitas spekulasi bisa memberikan keuntungan, tetapi memiliki risiko yang besar.

Karena apapun jenis aktivitas investasinya, akan selalu merujuk pada prinsip investasi yang sesungguhnya yaitu high risk, high return dan low risk, low return.

Kembali ke investasi di pasar modal, ada beberapa jenis produk di pasar modal yang berkaitan dengan tingkat risiko dan potensi keuntungan.

Semakin berkembang pasar modal di suatu negara, maka semakin bervariasi ragam produk investasinya. Di pasar modal Indonesia, investor bisa memilih produk investasi saham, surat utang negara (SUN), obligasi korporasi, reksa dana, exchange trade fund (ETF), dan produk-produk derivatif.

"Investor yang ingin berinvestasi dengan membeli produk-produk di pasar modal harus terlebih dahulu menjadi nasabah di perusahaan efek, " tuturnya.

Seperti menjadi nasabah bank, investor akan membuka rekening efek di perusahaan efek. Ada lebih dari 96 perusahaan efek yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan cabang yang tersebar di berbagai kota di Indonesia, dan menjadi anggota Bursa Efek Indonesia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved