Breaking News:

Pilkades Deliserdang

Pilkades Deliserdang Diusulkan Pakai Sistem E-Voting, Padahal Pemilu Saja Belum Pernah Lakukan Itu

Pilkades di Deliserdang diusulkan menggunakan sistem e-Voting. Usulan ini muncul dalam draf ranperda

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Array A Argus
Tribun Medan/ Indra Gunawan
Kotak suara di Desa Durian tampak rusak ketika berlangsung dilakukan pilkades serentak pada 19 April 2016 lalu. 

TRIBUN-MEDAN.COM,DELISERDANG- Pemilihan kepala desa (Pilkades) di Kabupaten Deliserdang diusulkan menggunakan sistem E-Voting.

Usulan itu muncul dalam draf Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kabupaten Deliserdang tentang Perubahan atas Perda nomor 2 tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). 

Sekda Kabupaten Deliserdang, Darwin Zein mengatakan bahwa rencana Pilkadis menggunakan sistem E-Voting diilhami dari kegiatan studi banding yang mereka lakukan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Baca juga: 305 Desa di Deliserdang Tahun Depan Laksanakan Pilkades, Tapi Perdanya Belum Disahkan

Karena di Kabupaten tersebut pelaksanaan Pilkades dengan e-voting sukses.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Ranperda Pilkades, Kamaruzzaman mengatakan memang usulan itu ada di dalam draf yang akan dibahas. 

Sebagai Ketua Pansus, Kamaruzzaman mengaku wajib menerima masukan yang ada.

"Belum ada setuju atau enggak, belum ada sampai ke sana pembahasannya. Tapi rasanya enggak mungkinlah," kata Kamaruzzaman, Minggu (19/9/2021).

Baca juga: Fakta Mayat Gadis Dalam Karung di Nias, Dendam Pilkades Anak Jadi Korban, Pelaku Ingin Cabuli Korban

Politisi Partai Gerindra ini berpendapat Pemilu saja belum melakukan e-voting. 

Dia mengatakan, jangankan masyarakat, calon kades sendiri pun  belum paham soal e-voting ini lantaran belum pernah dilakukan. 

"Bisa jadi polemik, baik calon atau pendukungnya nanti kalau pakai e-voting. Di Sumut juga belum ada yang pakai e-voting," kata Ketua Fraksi Gerindra ini.

Terpisah, Asisten I Pemkab Deliserdang, Citra Efendy Capah menyebut sistem e-voting dimasukkan dalam draf Ranperda karena diharapkan Perda yang dihasilkan nantinya bisa betul-betul untuk jangka panjang. 

Baca juga: Perampokan dan Pembunuhan, Kepala Calon Kades Ditembak, Modus Memenangkan Pilkades

Diakui e voting diusulkan bukan untuk pelaksanaan Pilkades 2020, namun bisa untuk tahun berikutnya. 

Meski Pemkab Deliserdang pernah mewacanakan, namun untuk yang akan dilakukan nanti belum memungkinkan. 

"Kita memang sudah studi banding melihat e-voting di Sumatera Barat. Tapi kesiapan e-voting itu banyak. Kalau untuk yang ini (tahun 2022) belum memungkinkan," kata Citra.(dra/tribun-medan.com).

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved