Breaking News:

Ngeri, Beredar Kabar Sungai Sei Sirah Besitang Tercemar, Pemkab Langkat Lakukan Pemeriksaan

Sungai Sei Sirah di Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat diduga tercemar limbah pabrik kelapa sawit (PKS) yang mengandung zat kimia berbahaya.

Editor: jefrisusetio
Istimewa
Sejumlah Kepala Dinas di Kabupaten Langkat Meninjau Dugaan Pencemaran Air Sungai yang Mengakibatkan Ribuan Ikan Mati. 

TRIBUN-MEDAN.COM, STABAT - Sungai Sei Sirah di Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat diduga tercemar limbah pabrik kelapa sawit (PKS) yang mengandung zat kimia berbahaya. Karena itu, ribuan ikan dan habitat hewan air bermatian

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Langkat, Iskandar Zulkarnaen Tarigan meninjau sungai tersebut. Ia didampingi Kadis Kalautan dan Perikanan, Kabupaten Langkat, Henri Tarigan. Mereka bersama sejumlah ASN meninjau aliran sungai tersebut. 

Kedatangan mereka disambut pengharapan bagi warga Desa Sei Sirah, Kecamatan Besitang, Langkat yang bermohon agar kasus dugaan pencemaran limbah PKS ini segera ditindaklanjuti. 

Dua kepala dinas itu, menelusuri sungai bersama warga sekitar menggunakan perahu sampan. Warga membawa dua kepala dinas itu ke titik lokasi dugaan pencemaran tersebut. 

"Sampai di lokasi kami langsung menelusuri aliran sungai bersama warga untuk melakukan pemeriksaan," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Langkat, Iskandar Zulkarnaen Tarigan

Ia menambahkan, pihaknya akan terus mendalami segala bentuk kemungkinan yang menjadi penyebab air sungai tercemar. 

"Kami berjanji akan menyelesaikan permasalahan ini sampai benar benar terkendali, sehingga tidak lagi terjadi pencemaran," tegasnya. 

Sedangkan, Kadis Kalautan dan Perikanan, Kabupaten Langkat, Henri Tarigan menambahkan, petugas sudah mengambil air dan ikan yang mati dari Sungai Sei Sirah. Sehingga, mereka akan melakukan uji laboraturium. 

Pengujian itu dilakukan, kata dia, mengetahui secara pasti kemungkinan kandungan zat berbahaya yang mencemari air sungai. Apalagi, dari keterangan warga berinisial AD air sungai tercemar diduga akibat buang limbah yang mengandung zat kimia berbahaya. 

Besar dugaan, tiga PKS melakukan pembuangan limbah di lokasi tersebut. 

"Dimana biasanya limbah tersebut akan terbawa naik bersama air pasang laut, dan juga terbawa sampai ke muara disaat air surut," katanya. 

Sudah Berulangkali Terjadi. 

Warga lainnya, berinisial MN menyatakan kejadian tersebut sudah berulang kali terjadi. Masyarakat mulai merasakannya dari 3 bulan yang lalu, puncaknya pada Sabtu 11 September 2021.

Limbah itu mengakibatkan, ribuan ikan dan hewan perairan lainnya mati. Paling banyak terlihat dari Jembatan Sei Sirah, antara Dusun 4 Bukit Selamat dengan Lingkungan 1 Pekan Besitang. 

Turut kelokasi melakukan peninjauan, Kabid Pencemaran dan Kerusakan Dinas LH, Hemat Simbolon dan Analisis Standarisasi Budidaya DKP, Agung Sugiarta beserta tim dari kedua dinas. 

(*)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved