Cerita Seleb
Anak dan Menantu Artis Ini Dilaporkan ke Polisi, Dugaan Penipuan 9,7 M Rekrutmen CPNS
Dalam pelaporan ini, ada lima orang perwakilan korban yang melapor perkara Oli dan RAF atas
TRIBUN-MEDAN.com - Lama tak terdengar kabarnya, kini penyanyi lawas Nia Daniaty diterpa kabar miring.
Anak dan menantu Nia Daniaty dilaporkan ke polisi dengan tuduhan penipuan dan penggelapan dalam rekrutmen PNS.
Baca juga: Vaksin Covid-19 jadi Spekulasi Penyebab Tukul Arwana Pendarahan Otak, Ini Kata Dokter RS PON
Baca juga: Intip Rumah Mewah Tukul Arwana, Dipenuhi Perabot Mahal Ditaksir Senilai 80 Miliar, Dulu Rumah Bule
Tak tanggung-tanggung, jumlah korbannya mencapai 225 orang dengan jumlah kerugian ditaksir mencapai Rp 9,7 Miliar lebih.
Adapun modus yang dilakukan dengan iming-iming bisa menjadikan Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Baca juga: Tak Terasa Sudah 6 Tahun Eza Yayang Main Sinetron TOP, Kini Bang Ojak Ramai Disebut Bakal Hengkang?
Anak perempuan Nia Daniaty, bernama Olivia Nathania yang biasa disapa Oi itu diduga mengibuli para korban dengan mengaku memiliki link yang bisa meloloskan korban untuk mengisi jabatan-jabatan strategis di sebuah Dinas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Kabarnya aksi pidana itu juga dibantu oleh suaminya berinisial RAF.
Atas penipuan itu perwakilan korban pun melaporkan Oi dan RAF di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (24/9/2021).
Kuasa hukum korban, Odie Hodianto mengatakan korban berjumlah 225 orang ditipu Oi dan suaminya dalam kurun waktu 2019-2020.
Suami Oi diketahui adalah anggota taruna Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (POLTEKIP) bernama Rafly N Tilaar.
"Ini ada 225 orang ditipu dengan jumlah kerugian ditaksir mencapai Rp 9,7 Miliar lebih. Modusnya mengiming-imingi korban untuk diloloskan mengisi kekosongan jabatan di beberapa instansi karena terlapor mengaku memiliki link di BKN," ujar Odie kepada awak media. Dilansir dari Tribunnews.com dengan judul Anak Penyanyi Nia Daniaty Dilaporkan Polisi, Diduga Terkait Kasus Penipuan.
Rata-rata korban mengaku terperdaya untuk mengisi posisi jabatan PNS strategis yang dijanjikan Oli dan RAF.
Kerugian korban atas dugaan penipuan ini mulai dari Rp 25 juta sampai yang terbesar Rp 156 juta.
Korban penipuan ini mengaku mentransfer sejumlah uang tunai ke rekening Oi dan Raf.
Namun sampai uang ditransfer, tak ada satupun korban yang lolos untuk mengisi posisi PNS yang dijanjikan.
"Korban sudah mentransfer sejumlah uang namun sampai pada saat waktu yang dijanjikan untuk lolos PNS, pelaku tak bisa dihubungi," jelas Odie.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/foto-nia-daniaty-terbaru.jpg)