Sosok M Ridwan, Pelatih Atlet Difabel NPC Sumut, Sudah Terjun ke Olahraga Tenis Sejak SD
Tenis meja sendiri bukan hal baru bagi pria yang karib disapa Pak Ang ini, sejak masih duduk di Sekolah Dasar (SD) ia sudah terjun dan menuai juara di
Ia juga tidak menampik, dalam melatih terkadang timbul rasa kesal. Namun ia memaklumi hal itu.
"Nanggapinya gampang, kalau kesal Ang suruh mereka keliling lapangan Stadion Teladan. Sekarang Ang tidak kejam seperti dulu skarang Ang banyak bersabar," ujarnya.
Pada Minggu (19/9/2021) lalu, atas pengabdiannya di dunia olahraga, khususnya tenis meja, ia mendapatkan penghargaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-38 tingkat Sumut.
Penghargaan itu diberikan langsung oleh Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi kepadanya. Ia mengatakan, senang dan bersyukur dengan apresiasi tersebut.
"Alhamdulillah senang sekali lah. Dulu juga waktu Pak Rudolf Pardede, Hornas di Siantar Ang dapat juga," ucapnya.
Disinggung mengenai apa saja prestasi yang telah diraih atlet binaannya, Pak Ang menjelaskan, untuk beberapa prestasi ia lupa.
Namun yang paling ia ingat saat atlet NPC Sumut, Sofyan dan Bahder Johan Harahap, mendapatkan medali emas kompetisi tenis meja kelas beregu, di Taipei, Cina, tahun 2019.
Baca juga: 2 Pasar Unik di Medan, Pakai Nama Ular hingga Ikan
Di sela-sela ia melatih, Pak Ang juga bekerja sebagai teknisi di RS Herna, Medan. Selain itu, ia juga membuka les tenis meja di rumahnya dengan enam orang murid.
Disinggung akan sampai kapan ia mengabdikan diri di cabor tenis meja, khususnya dalam membina atlet difabel NPC Sumut, ia mengatakan, sampai akhir hayatnya.
"Kalau mereka ada kekurangan, selalu Ang bantu. Izin Allah, sampai dipanggil Allah, baru berhenti melatih," katanya.
(cr12/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pelatih-tenis-meja-npc-sumut-m-ridwan-tribunmedan_20160501_182103.jpg)