Breaking News:

Khazanah Islam

Kisah Perempuan Tangguh, Muslimah yang Menjadi Tetangga Rasulullah di Surga

Dia melindungi Rasulullah SAW tanpa membawa senjata. Dikisahkan, ketika musuh hendak menebas Rasulullah

Ist
Berdoa 

TRIBUN-MEDAN.com - Sahabat Rasulullah SAW ikut berjuang dalam dakwah menyiarkan dan membela Islam termasuk kalangan perempuan. 

Hak pahala syahid dalam Islam juga diberikan kepada kaum perempuan. Tidak ansih kepada kaum laki-laki. 

Sama seperti di Indonesia, ada pahlawan nasional dari kalangan perempuan. Pada zaman Nabi Muhammad yang sangat terkenal dan termasyhur adalah pejuang perempuan bernama Ummu Umarah.

Baca juga: BACAAN Sayyidul Istighfar, Sabda Nabi Muhammad Sebagai Penyembuh Segala Penyakit

Baca juga: Ayat Luar Biasa, Sabda Nabi Muhammad Bila Diamalkan Dijamin Masuk Surga, Mudah Dihafal

Perempuan ini kaum anshar yang dijuluki Singa Merah. Dia tidak sedikit pun takut terluka dengan pedang musuh.

Kisah keberanian sampai membuat merinding. Ketika itu, dia menjadi pelindung Nabi Mahammad dalam perang Uhud sampai rela terluka parah di bagian leher 

Ustadz Hanan Attaki dalam sebuah kajian menyampaikan, Ummu Umarah perempuan Anshar yang paling banyak mengikuti peperangan bersama Rasulullah SAW. Julukan Singa Merah karena dia sangat pemberani dan berdarah-darah dalam membela Islam.

Dalam Perang Uhud, kaum muslimin dalam keadaan kacau balau melawan musuh yang dipimpin Khalid bin Walid (sebelum hijrah). Ummu Umarah menjadi salah satu yang kembali melindungi Rasulullah SAW ketika nyaris diserang musuh. 

Baca juga: Doa Menolak Kemiskinan, Amalkan Surat Kekayaan Ini di Waktu-waktu Mustajab

Baca juga: Gisel Blak-blakan soal Kepribadian, Umbar Pelayanan dengan Wijin Sampai Klepek-Klepek

Dia melindungi Rasulullah SAW tanpa membawa senjata. Dikisahkan, ketika musuh hendak menebas Rasulullah SAW, maka Ummu Umarah menahan pedang musuh dengan tubuhnya.

Setiap kali menahan dengan tubuhnya, Ummu Umarah merasa lega dan tersenyum setiap melihat Rasulullah SAW tidak terluka. Setidaknya ada 20 luka panah, tombak, hingga sayatan pedang di tubuh Ummu Umarah.

Yang paling parah adalah pada luka Ummu Umarah di bagian lehernya. Kalimat taudidnya sudah bulat, rela mati demi Rasulullah SAW.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved