Kisah Asmara di Balik Tragedi G30SPKI, Panggilan Sayang Pierre Tendean dan Telegram Terakhir
Dikutip dari akun Instagram resmi penulis Biografi Kapten Pierre Tendean, Pierre dan Rukmini berkenalan melalui dua sahabat baik Pierre.
TRIBUN-MEDAN.com - Di balik peristiwa G30S, kematian Letnan Pierre Tendean meninggalkan kisah yang tragis.
Diketahui, kisahnya hingga kini masih diperbincangkan khalayak.
Harapannya menikahi sang kekasih, Nurindah Rukmini Chamim, harus pupus lantaran gugur terlebih dahulu pada 1 Oktober 1965.
Baca juga: Dulu Artis Cantik Terkenal Bersuara Merdu, Hilang Usai Dinikahi Pangeran, Nasib Dipisahkan Maut
Baca juga: Heboh Tendangan Kungfu Dhena Devanka, Kini Istri Ijonk Tuding Telah Pergoki Suaminya Selingkuh
Padahal, rencananya ia akan menikahi Rukmini pada November 1965.
Berikut ini deretan fakta Rukmini Chamim :
1. Panggilan Sayang
Mimin, begitulah panggilan sayang Pierre Tendean untuk kekasihnya itu.
Rukmini Chamim dikenal sebagai perempuan lemah lembut, perfeksionis, lincah, dan piawai memasak.
Baca juga: 13 Jenderal TNI AD Mendapat Kenaikan Pangkat dari KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa
2. Dikenalkan Sahabat
Dikutip dari akun Instagram resmi penulis Biografi Kapten Pierre Tendean, Pierre dan Rukmini berkenalan melalui dua sahabat baik Pierre.
Mereka adalah sesama Dan Ton Yonzipur 1/DAM 2 Bukit Barisan, Medan, yakni Satrijo Wibowo dan Setijono Hadi.
Pierre gerah didesak terus menerus oleh keduanya untuk bertemu gadis yang lebih akrab dipanggil Mimin tersebut.
Sosok Mimin, figur gadis yang masih duduk di bangku SMA pada tahun 1963 ini, rupanya sangat mencuri perhatian sang perwira muda.
Pada kunjungan2 berikutnya Pierre memutuskan tidak dikawal lagi.
3. Sempat Menjalani Hubungan LDR