Materi Belajar Sekolah

Pengertian dan Fungsi Sel Darah Merah, Darah Putih, dan Plasma serta Jenis Penyakit

Di dalam tubuh manusia terdapat hormone, nutrisi, dan oksigen yang terkandung dalam seel darah.

Tayang:
ist
Berikut ini penjelasan tentang sel darah manusia, jenis sel darah, fungsi darah, dan jenis penyakit darah mulai dari Anemia hingga Kanker Limfoma. 

TRIBUN-MEDAN.com - Darah adalah cairan yang terdapat pada semua mahkluk hidup yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. 

Darah manusia terdiri dari banyak sel dan memiliki bentuk cair. Di dalam tubuh manusia terdapat hormone, nutrisi, dan oksigen yang terkandung dalam sel darah.

Darah berfungsi untuk menghantarkan komponen-komponen penting ke seluruh tubuh manusia.

Selain itu, darah juga bertugas untuk mengangkat racun yang ada di dalam tubuh.

Untuk mengenal lebih jauh tentang sel darah manusia dalam rangkuman berikut ini.

Sehingga, semua bagian tubuh terlewati oleh darah dan menjadi komponen penting yang menentukan kesehatan manusia.

Dalam laman kesehatan WebMD, Matthew Hoffman seorang ahli anatomi manusia menerangkan, darah adalah cairan yang terus bersirkulasi yang menyediakan nutrisi, oksigen, dan pembuangan limbah bagi tubuh.

Sebagian besar komponen darah berbentuk cair.

Darah memiliki banyak sel dan protein yang tersuspensi di dalamnya.

Hal itu membuat darah memiliki tekstur yang lebih kental daripada air murni.

Rata-rata orang memiliki sekitar 5 liter darah atau lebih dari satu galon air.

Cairan yang disebut plasma membentuk sekitar setengah dari isi darah.

Plasma mengandung protein yang membantu darah untuk membeku, mengangkut zat melalui darah, dan melakukan fungsi lainnya.

Plasma darah juga mengandung glukosa dan nutrisi terlarut lainnya.

Fungsi:

Baca juga: 5 Manfaat Daun Pepaya Selain Menjaga Kesehatan Hati, Melancarkan Sistem Pencernaan

Baca juga: 10 Makanan Penambah Daya Ingat, Cocok Dikonsumsi Pelajar

1. Memasok oksigen ke sel dan jaringan.

2. Menyediakan nutrisi penting untuk sel, seperti asam amino, asam lemak, dan glukosa.

3. Menghilangkan bahan limbah, seperti karbon dioksida, urea, dan asam laktat darah tubuh.

5. Melindungi tubuh dari penyakit, infeksi, dan benda asing melalui peran sel darah putih.

6. Mengatur suhu tubuh.

1. Sel Darah Merah

Sel darah merah adalah sel yang bertugas mengangkut oksigen serta menyebarkannya ke seluruh tubuh.

Mereka mengangkut oksigen ke dan dari paru-paru.

Sel darah ini memiliki Hemoglobin atau protein yang mengandung zat besi dan membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Masa hidup sel darah merah adalah 4 bulan dan tubuh menggantinya secara teratur.

Tubuh manusia menghasilkan sekitar 2 juta sel darah setiap detik.

Jumlah sel darah merah yang diharapkan dalam satu tetes (mikroliter) darah adalah 4,5–6,2 juta pada pria dan 4,0–5,2 juta pada wanita.

2. Sel Darah Putih

Fungsi sel darah putih sebagai antibiotik.

Sehingga, sel ini akan melawan penyakit yang dapat menyerah tubuh manusia.

Selain itu, kandungan di dalam sel darah putih juga akan memakan bakteri-bakteri yang masuk. Bakteri yang masuk ke sistem peredaran darah akan dimakan oleh sel-sel darah putih tersebut.

Sel darah putih terbentuk kurang dari 1% kandungan darah, serta membentuk pertahanan vital terhadap penyakit dan infeksi.

Jumlah sel darah putih dalam satu mikroliter darah biasanya berkisar antara 3.700-10.500.

Tingkat sel darah putih yang lebih tinggi atau lebih rendah dapat mengindikasikan penyakit.

3. Plasma darah

Plasma darah disebut juga trombosit.

Trombosit berinteraksi dengan protein pembekuan untuk mencegah atau menghentikan pendarahan.

Seharusnya, ada antara 150.000 dan 400.000 trombosit per mikroliter dalam darah manusia.

Sumsum tulang menghasilkan sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.

Kemudian, mereka memasuki aliran darah.

Plasma sebagian besar adalah air yang diserap dari makanan dan cairan yang dicerna oleh usus.

Zat-zat yang dibawa oleh plasma darah adalah mineral, hormone, antibody, karbon dioksida atau zat sisa, dan sisa pembongkaran protein.

Jantung memompanya ke seluruh tubuh sebagai darah melalui pembuluh darah.

Jenis Penyakit Darah

Anemia

Jumlah sel darah merah yang sangat rendah dalam darah.

Kelelahan dan sesak napas dapat terjadi, meskipun anemia sering kali tidak menimbulkan gejala yang nyata.

Hematoma

Kumpulan darah di dalam jaringan tubuh. Pendarahan internal sering menyebabkan hematoma.

Leukemia

Suatu bentuk kanker darah, di mana sel darah putih berkembang biak secara tidak normal dan beredar melalui darah.

Sel darah putih yang abnormal membuat sakit akibat infeksi lebih mudah dari biasanya.

Multiple myeloma

Suatu bentuk kanker darah sel plasma yang mirip dengan leukemia.

Anemia, gagal ginjal dan kadar kalsium darah tinggi sering terjadi pada multiple myeloma.

Trombositopenia

Jumlah trombosit yang sangat rendah dalam darah.

Trombositopenia berat dapat menyebabkan perdarahan.

Pendarahan

Pendarahan adalah darah yang keluar dari pembuluh darah dan mungkin terlihat jelas.

Misalnya luka yang menembus kulit.

Namun, ada juga pendarahan internal, seperti pendarahan di dalam usus, atau pendarahan dalam setelah kecelakaan mobil, yang mungkin tidak langsung terlihat.

Anemia hemolitik

Anemia yang disebabkan oleh ledakan cepat sejumlah besar sel darah merah (hemolisis).

Kerusakan sistem kekebalan adalah salah satu penyebabnya.

Hemokromatosis

Gangguan yang menyebabkan kadar zat besi berlebihan dalam darah.

Deposit besi di hati, pankreas dan organ lainnya, menyebabkan masalah hati dan diabetes.

Penyakit sel sabit

Suatu kondisi genetik di mana sel darah merah secara berkala kehilangan bentuk aslinya (tampak seperti sabit, bukan cakram).

Sel-sel darah yang cacat disimpan di jaringan, menyebabkan rasa sakit dan kerusakan organ.

Bakteremia

Bakteremia merupakan infeksi bakteri pada darah.

Infeksi ini adalah infeksi darah serius, dan seringkali memerlukan rawat inap dengan memberikan infus antibiotik terus menerus ke dalam pembuluh darah.

Malaria

Malaria adalah infeksi sel darah merah oleh Plasmodium yaitu parasit yang ditularkan oleh nyamuk.

Malaria menyebabkan demam episodik, menggigil, dan berpotensi merusak organ.

Limfoma

Limfoma adalah suatu bentuk dari kanker darah, di mana sel darah putih berkembang biak secara tidak normal di dalam kelenjar getah bening dan jaringan lain.

Kanker darah ini menyebabkan pembesaran jaringan, dan gangguan fungsi darah, pada akhirnya dapat menyebabkan kegagalan organ.

Artikel ini telah tayang di tribunnews.com

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved