Breaking News:

Kapolda Sumut Akui Hukuman Penjara Tak Selalu jadi Solusi, Siap Terapkan Keadilan Restoratif

Perpol No 8 Tahun 2021 ini merupakan program nasional dimana proses hukum tidak harus selalu dilakukan secara formal.

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO
Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak bersama Brigjen Pol Heru Dwi Pratondo (kanan Kapolda) saat sosialisasi Perpol No 8 Tahun 2021 tentang penanganan tindak pidana berdasarkan keadilan restoratif, di Hotel Santika, Medan Kamis (7/10/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Polda Sumatera Utara bersama tim Bareskrim Polri menyosialisasikan Peraturan Polisi No 8 Tahun 2021 tentang Penanganan Tindak Pidana Berdasarkan Keadilan Restoratif.

Peraturan ini mengatur tentang penyelesaian proses hukumsecara damai antara pelaku dan korban yang dimediasi oleh tokoh masyarakat, polisi, dan tokoh agama.

Selain itu, dalam Perpol itu juga dilakukan pemulihan hubungan antara korban dan pelaku. 

Kepala Pusat Informasi Kriminal Nasional Bareskrim Polri, Brigjen Pol Heru Dwi Pratondo mengatakan, hal itu dilakukan agar adanya keadilan bagi pelaku.

Sebab, ia mencontohkan dalam beberapa kasus seperti pencurian sandal atau maling semangka, pelaku merasa tak mendapat keadilan.

"Ini menjadi harapan atau tuntutan masyarakat pada umumnya menginginkan penegakan hukum itu diupayakan diselesaikan diluar peradilan. Tetapi terhadap kasus tertentu," ucapnya

Ia menjelaskan, Perpol No 8 Tahun 2021 ini merupakan program nasional dimana proses hukum tidak harus selalu dilakukan secara formal, namun bisa diselesaikan secara keadilan restoratif tanpa ke pengadilan.

Menurutnya, banyak kasus kecil yang dilaporkan hingga berakhir ke pengadilan bukannya membuat keadaan semakin baik, tetapi semakin memperburuk.

"Tetapi bisa menimbulkan konflik yang lebih luas, khususnya kasus yang  tindak pidana skala kecil dan ringan ataupun kasus-kasus yang melibatkan masyarakat," kata Kepala Pusat Informasi Kriminal Nasional Bareskrim Polri, Brigjen Pol Heru Dwi Pratondo, di Hotel Santika, Medan, Kamis (7/10/2021).

Selain itu, penerapan keadilan restoratif  ini juga berguna untuk mengurangi masalah sel tahanan yang telah melebihi kapasitas.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved