Breaking News:

Materi Belajar Sekolah

Materi Belajar Ekonomi Kelas 10: Konsep Elastisitas dan Jenis Elasitas dalam Kegiatan Ekonomi

Dalam buku ekonomi (2009) karya Ismawanto, elastisitas adalah besarnya perubahan barang akibat adanya perubahan faktor lain.

Shutterstock/asteldesign
Konsep Elastisitas dalam kegiatan ekonomi 

TRIBUN-MEDAN.com - Materi belajar ekonomi kelas 10: konsep elastisitas dan jenis elastisitas dalam kegiatan ekonomi.

Dalam pembahasan ini kita akan membahas materi elastisitas lebih mudah dipahami dan sederhana di lengkapi dengan contoh soal dan pembahasannya.

Dalam buku ekonomi (2009) karya Ismawanto, elastisitas adalah besarnya perubahan barang akibat adanya perubahan faktor lain.

Dalam elastisitas terdapat faktor yang mempengaruhi yaitu perlu atau tidaknya barang dalam kebutuhan, ada atau tidaknya barang pengganti, dan terakhir besarnya pendapatan.

Jenis-jenis yang dapat kita jumpai dalam elastisitas ini adalah elastisitas harga, elastisitas silang, dan elastisitas pendapatan.

Ketiga jenis elastisitas tersebut merupakan materi yang perlu dipahami, untuk lebih jelasnya berikut pemaparan dari setiap jenis.

Adapun jenis elastisitas:

A. Elastisitas Harga

Besarnya Dq (jumlah) akibat perubahan Dp (harga), dapat dirumuskan sebagai :

Rumus menghitung elastisitas dalam kegiatan ekonomi
Rumus menghitung elastisitas dalam kegiatan ekonomi (HO)

atau lebih jelasnya 

Baca juga: Materi Belajar IPA Kelas 8: Organ yang Termasuk Sistem Pencernaan pada Manusia

Baca juga: Materi Belajar Matematika Kelas 5: Operasi Bilangan Bulat Lengkap Soal dan Pembahasannya

Baca juga: Materi Belajar Fisika Kelas 8: Bunyi Hukum Newton I, II, dan III, Lengkap Contoh Kasusnya

Dalam elastisitas harga terdapat 4 jenis :

1.     Elastis, E>1

Yaitu perubahan jumlah lebih besar dari perubahan harga atau perubahan harga diikuti jumlah permintaan dalam jumlah yang lebih besar, contohnya dalam barang mewah.

2.     Inelastis, E<1

Yaitu perubahan jumlah lebih sedikit daripada perubahan harga atau perubahan harga hanya diikuti perubahan jumlah yang diminta dalam jumlah yang relative lebih kecil, contohnya barang kebutuhan pokok.

3.     Unitary Elastis, E = 1

Yaitu perubahan jumlah sama dengan perubahan harga atau perubahan harga tidak berpengaruh terhadap jumlah permintaan.

Contohnya obat-obatan.

4.     Elastis sempurna, E = ∞

Yaitu perubahan jumlah tidak diikuti perubahan harga contohnya bumbu-bumbu dapur

5.     Inelastic Sempurna, E = 0

Yaitu perubahan harga tidak diikuti dengan perubahan jumlah

B.    Elastisitas Silang (Exy)

Besarnya perubahan barang X diminta akibat perubahan harga barang Y,

Jenis elastisitas silang yaitu :

1.     Elastisitas silang positif, E>1. Contohnya barang mewah

2.     Elastisitas silang negative, E<0. Contohnya barang komplementer

C.    Elastisitas pendapatan (Ey)

Besarnya perubahan harga barang X diminta akibat perubahan pendapatan

Jenis elastisitas pendapatan yaitu :

1.      Elastisitas pendapatan positif, E>0. Contohnya barang normal dan barang mewah

2.      Elastisitas pendapatan negative, E<0. Contohnya barang inferior

Pembahasan mengenai elastisitas diatas sudah sangat jelas, nah untuk lebih jelas lagi kita langsung ke contoh soal agar lebih mudah memahami penyelesaiannya.

1.     Pada suatu harga Rp500,- jumlah permintaan 30 unit. Kemudian harga turun sebesar Rp300,- maka permintaan naik 60 unit, elastisitasnya adalah …

Dari soal diatas kita dapatkan, P adalah Rp500,- dan Q adalah 30 unit maka langsung saja masuk ke rumus

Dari soal tersebut hasilnya 2,5, maka kaitkan dengan jenis elastisitas yang tadi dipaparkan.

Seperti jenis yang pertama, jika hasil elastisitasnya lebih besar dari angka satu maka elastisitasnya terdapat pada jenis elastis atau E>1.

Demikian pembahasan materi ekonomi SMA tentang elastisitas dan jenis-jenisnya. 

Untuk informasi lebih banyak tentang materi belajar bisa klik di sini.

(mag3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved