Breaking News:

Materi Belajar Sekolah

Materi Belajar Sekolah, Teori Penyimpangan Sosial dan Bentuk Perilakunya

Materi belajar sekolah tentang teori penyimpangan sosial dan bentuk perilakunya.

TRIBUN MEDAN/HO
Warga membawa senjata tajam saat tawuran di Belawan, Kamis (23/9/2021) sore. 

Sebuah jenis penyimpangan yang bersifat sementara dan tidak dilakukan secara berulang-ulang.

Ciri-cirinya, bersifat sementara, gaya hidup pelaku tidak didominasi perilaku menyimpang, dan masyarakat masih bisa menerima atau mentolerir.

Misalnya, siswa yang terlambat masuk sekolah karena halangan transportasi. Alasan ini tidak bisa diprediksi dan bukan niat untuk terlambat. Alasan tersebut bisa diterima.

  • Penyimpangan sekunder

Sebuah penyimpangan yang dilakukan secara terus menerus atau berulang kali dan secara khas memperlihatkan perilaku menyimpang.

Ciri-cirinya, gaya hidupnya didominasi perilaku menyimpang dan masyarakat tidak bisa menerima atau mentolerir perilaku tersebut.

Misalnya, kebiasaan minum-minuman keras dan membuat gaduh masyarakat. Dengan alasan apa pun tidak akan diterima oleh masyarakat.

2. Berdasarkan jumlah pelakunya

Penyimpangan dikategorikan menjadi dua, yaitu:

  • Penyimpangan individual

Terjadi jika seseorang secara perorangan melakukan penyimpangan dari suatu begian kebudayaan yang telah mapan. Secara terang-terangan individu tersebut menolak norma yang telah diterapkan.

  • Penyimpangan kelompok

Merupakan aktivitas yang bertentangan dengan norma dan dilakukan secara kolektif. Penyimpangan kelompok dilakukan atas dasar kerja sama antarindividu yang tergabung dalam kelompok.

3. Berdasarkan sifatnya

Penyimpangan berdasarkan sifatnya dibedakan menjadi dua, yaitu:

  • Penyimpangan positif

Penyimpangan sosial yang memiliki dampak positif terhadap sistem sosial karena dianggap ideal dalam masyarakat.

  • Penyimpangan negatif

Penyimpangan sosial yang berwujud dari tindakan ke arah nilai-nilai sosial yang dianggap rendah dan tercela karena tidak sesuai dengan norma yang berlaku.

Jenis-jenis penyimpangan

Diambil dari jurnal Penyimpangan Sosial (2000) karya Fitri Dwi Lestari, terdapat beberapa jenis penyimpangan sosial yang terjadi ditengah masyarakat, di antaranya:

1. Penyimpangan seksual

Penyimpangan seksual adalah perilaku seksual yang tidak seharusnya dilakukan. Misalnya, perzinahan, suka sesama jenis, kumpul kebo, pemerkosaan.

2. Penyalahgunaan narkotika

Zat yang seharusnya diberikan kepada orang sakit untuk mengurangi rasa sakit justru dikonsumsi orang sehat. Obat penenang yang seharusnya untuk pasien jiwa, justru digunakan orang sehat.

3. Perkelahian pelajar

Perkelahian menjadi suatu masalah yang serius karena peserta tawuran cenderung mengabaikan norma yang ada dan merusak apa saja yang ada di sekitarnya.

4. Alkohol

Minuman alkohol memiliki efek negatif terhadap saraf. Selain membuat mabuk, juga berdampak pada orak tidak bisa berpikir secara normal. Akibatnya tidak bisa mengendalikan fisik, sosial, maupun psikologis.

5. Tindakan kriminal

Suatu bentuk pelanggaran norma hukum yang menyangkut pidana dan perdata, serta merugikan orang lain.

6. Penyimpangan dalam gaya hidup

Sikap arogansi merupakan kesombongan terhadap sesuatu yang dimiliki. Sikap ini masuk dalam penyimpangan sosial. Sikap arogansi biasanya dilakukan untuk menutupi kekurangan yang dimiliki.

Selain itu, sikap eksentrik merupakan perbuatan yang menyimpang dari biasanya sehingga dianggap aneh.

Faktor penyebab penyimpangan sosial

Terdapat beberapa faktor menyimpang yang terjadi dalam individu maupun kelompok, yaitu:

  • Faktor internal, termasuk tingkat kecerdasan, usia, jenis kelamin, dan kedudukan seseorang dalam keluarga.
  • Faktor eksternal, di antaranya kehidupan rumah tangga atau keluarga, pendidikan di sekolah, pergaulan, dan media massa.

Dampak penyimpangan sosial

Beberapa dampak penyimpangan sosial di masyarakat, adalah:

  • Dikucilkan dalam kehidupan masyarakat
  • Dijauhi oleh pergaulan
  • Mengganggu keamanan dan ketertiban lingkungan sosial
  • Menimbulkan beban sosial, psikologis, dan ekonomi keluarga
  • Menghancurkan masa depannya sendiri dan keluarga
  • Bentuk perbuatan dosa yang dapat mencelakakan dirinya sendiri
  • Merusak akal sehat
  • Merusak tatanan nilai, norma, dan moral masyarakat bangsa

Pencegahan

Pencegahan bisa dilakukan dari beberapa pihak, di antaranya:

1. Keluarga

Kepribadian seseorang mulai terbentuk dengan baik jika lahir dan tumbuh berkembang dengan lingkungan keluarga yang baik, begitu sebaliknya.

2. Sekolah

Faktor sekolah adalah tempat menimba ilmu yang memberikan pendidikan moral selain dari pendidikan umum.

3. Lingkungan dan teman

Faktor lingkungan dan teman adalah tempat yang sangat memengaruhi watak seseorang. Hal ini karena dalam pergaulan, dituntut agar mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan.

4. Informasi

Setiap orang harus dapat membedakan informasi yang bersifat baik dan tidak untuk menghindari arus penyimpangan sosial.

(*/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved