Kebakaran di Padang Bulan
MEMILUKAN, Warung Satu-satunya Tempat Mencari Nafkah Ludes Dilalap Api di Padang Bulan
Ia pun nampak lemas melihat satu-satunya tempat mencari nafkah untuk menghidupi dirinya sirna sudah
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Randy P.F Hutagaol
Cerita Pemilik Warkop yang Kiosnya Ludes Terbakar, Satu-satunya Tempat Mencari Nafkah dan Modal Nikah Tinggal Puing-puing
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Perempuan itu duduk di antara puing-puing sisa kebakaran kedai kopi dan warung makan milik keluarganya.
Meliza (26) terlihat menangis tersedu-sedu melihat kedainya ludes terbakar.
Ia tak mampu berkata-kata.
Matanya memerah setelah meratapi sisa-sisa barang dagangan yang hangus.
Tatapannya nanar melihat orang-orang silih berganti datang untuk menyaksikan rentetan kedai yang dilahap api.
DAFTAR Nama Mahasiswa dan Alumni USU yang Diamankan BNN Sumut saat Penggerebekan
PENGGEREBEKAN KAMPUS USU, Terkuak Asal Muasal Narkoba yang Diedarkan di Kampus USU, Ternyata . . .
508,6 Gram Narkotika Disita dari Kampus USU, Alumni USU dan Mahasiswa Budi Darma Kompak Mengedarkan
REKTOR USU Angkat Bicara terkait Penggerebekan BNN Sumut di Fakultas Ilmu Budaya
MUASAL Kebakaran di Padang Bulan yang Ludeskan Delapan Warung, Sejam Ditinggal Pemilik Warung Tuak
MEMILUKAN, Warung Satu-satunya Tempat Mencari Nafkah Ludes Dilalap Api di Padang Bulan
Ia pun nampak lemas melihat satu-satunya tempat mencari nafkah untuk menghidupi dirinya sirna sudah
Saat diwawancarai, Meliza mengaku kaget warungnya terbakar.
Meliza bilang dirinya tak berada di lokasi saat api dengan cepat menghanguskan seluruh kedainya.