Materi Belajar Sekolah
Materi Belajar Bahasa Indonesia: Ciri-ciri Kalimat Imperatif dan Contohnya
Kalimat imperatif adalah kalimat yang bermakna intonasi untuk menyatakan perintah atau larangan.
TRIBUN-MEDAN.com - Materi Belajar Bahasa Indonesia: Ciri-ciri Kalimat Imperatif dan Contohnya.
Pembelajaran Bahasa Indonesia memang memiliki banyak materi pembahasan.
Tak kecuali bila membahas materi berjudul "Kalimat".
Banyak materi bahasa Indonesia yang membahas kalimat. Kali ini kamu akan mengerti tentang "Kalimat Imperatif".
Pengertian Kalimat Imperatif
Kalimat imperatif adalah kalimat yang bermakna intonasi untuk menyatakan perintah atau larangan agar perbuatan ataupun aktivitas dapat dilakukan oleh orang lain atau orang yang diajak berbicara.
Pada umumnya, kalimat ini diberi tanda baca titik (.) atau seru (!).
• Materi Belajar IPS: Pengertian, Fungsi, dan Cara Membaca Peta Topografi
• Materi Belajar Sekolah: Sejarah Berdirinya ASEAN
Selain itu, biasanya, kalimat imperatif baik dapat berisi perintah yang keras, maupun yang halus atau sopan, serta dapat juga berupa pembiaran perbuatan atau pelarangan tertentu.
Beberapa contoh kalimat imperatif:
Pakailah masker di manapun Anda berada agar dapat terhindar dari penyebaran virus korona.
Berjalanlah lebih cepat!
Berikan skincare ini kepadanya jika Beliau datang.
Fungsi Kalimat Imperatif
Kalimat imperatif berfungsi sebagai berikut.
Memberi perintah, contohnya: Belikan makanan ringan untuk para tamu undangan. Tolong, angkat jemuran itu.
Memberi komando, contohnya: Kelompok 7 pergilah ke arah selatan! Seranglah dari arah timur!
Memberi larangan, contohnya: Jangan bekerja selagi beristirahat! Jangan sampai kalian ditangkap.
Memberi ajakan, contohnya: Mari, Pak, dicicipi soto buatan istri saya. Ayo, kita patuhi PSBB!
Memberi tuntutan, contohnya: Bertanggung jawablah atas perbuatan yang selama ini Anda lakukan!
Bayarlah utang Anda malam ini.
Memberi isyarat, contohnya: Agar kondisinya membaik, Anda bisa pergi sekarang.
Tak usah malu-malu, anggap saja sudah pernah datang.
Memberikan pembiaran, contohnya: Biarkan dia sendiri untuk menenangkan diri
Ciri-Ciri Kalimat Imperatif
Seperti jenis kalimat lainnya, kalimat imperatif juga memiliki ciri sebagai berikut.
Jika didengar dari bunyinya, kalimat imperatif bernada tinggi atau keras di awal dan sebaliknya di bagian akhir.
Kalimat imperatif bersifat memaksa. Makna pemaksaan dalam kalimat imperatif mengandung dua makna: pemaksaaan agar suatu perbuatan dilakukan atau segera dilakukan dan pemaksaan yang hanya membutuhkan balasan berupa afirmasi.
Contohnya: Kirimkan surel secepatnya! Baik, akan saya kirimkan. Lakukan dengan cermat, dangan jangan buat orang tuamu kecewa. Baik, saya akan lakukan yang terbaik.
Dua contoh kalimat tersebut dijawab dengan jawaban afirmasi, yaitu “Baik”.
Kalimat imperatif berpola diawali predikat terlebih dulu lalu diikuti dengan subjek. Pola ini disebut dengan pola inversi.
Kalimat imperatif pada umumnya berakhiran –lah atau –kan . Kedua akhiran ini berfungsi untuk memberi tekanan atau menyuguhkan.
Jenis-Jenis Kalimat Imperatif
Kalimat imperatif memiliki bermacam-macam jenis, antara lain
1. Kalimat Imperatif Transitif
Ciri dari kalimat imperatif ini terletak pada kata kerjanya yang bersifat transitif atau membutuhkan objek. Contohnya:
Ubahlah sikapmu jika bertemu dengan kakak tingkat!
Ambil semua makanan di kulkas sekarang juga!
Ceritkan segala hal yang Anda ketahui tentang kebohongan dia!
2. Kalimat Imperatif Intransitif
Kebalikan dengan kalimat transitif, kalimat intransitif menggunakan kata kerja yang tidak membutuhkan objek sebagai kata selanjutnya. Contohnya:
Keluarlah dari rumahmu!
Pergilah ke rumah sakit sekarang!
Ayo segera pulang!
Semuanya segera berbaris dan buat tiga banjar!
3. Kalimat Imperatif Halus
Jenis kalimat imperatif ini menggunakan kosakata yang bermakna halus untuk memberikan perintah, larangan, ataupun ajakan.
Biasanya, kosakata yang digunakan, antara lain, tolong, maaf, silakan, dan cobalah. Contohnya:
Tolong, jangan mengganghu warga sekitar.
Maaf, cepat masukkan buku itu ke dalam tas!
Silakan, Anda melamar pekerjaan di tempat lain!
Cobalah untuk mengerti situasi sulit ini!
4. Kalimat Imperatif Larangan
Kalimat imperatif ini mengandung makna untuk membatasi atau menghalangi orang lain untuk berbuat sesuatu dan biasanya menggunakan kata jangan atau dilarang. Contohnya:
Jangan pernah Anda lakukan hal itu lagi!
Dilarang berisik di sini!
Jangan coba-coba campuri urusan saya!
5. Kalimat Imperatif Permintaan
Kalimat imperatif ini menggunakan kosakata yang mengandung makna meminta atau memohon. Contohnya:
Saya minta Anda mengembalikan buku penting itu ke teman saya besok!
Mohon dengarkan nasihat ini baik-baik.
Berdoalah sebelum memasuki kamar mandi.
Tunggulah hingga aku yang menjemputmu untuk pulang.
6. Kalimat Imperatif Ajakan untuk Berharap
Kalimat imperatif ini mengandung makna ajakan atau harapan, yang biasanya terdapat kata ayo(lah), mari(lah), hendakanya, dsb. Contohnya:
Mari kita berdoa dengan kepercayaan dan keyakinan masing-masing.
Hendaknya dahulukan kewajiban daripada hak!
Ayo, kita sukseskan Pilkada 2020!
7. Kalimat Imperatif Pembiaran
Kalimat imperatif ini tidak melarang seseorang untuk melakukan sesuatu, sebaliknya, mengandung makna pembiaran agar perbuatan atau aktivitas tetap dilakukan. Biasanya, kata-kata yang digunakan berupa biarkan-(lah) dan biar-(lah). Contohnya:
Biarlah dia mengejar cita-citanya untuk menjadi dokter!
Biarkanlah dia menangis semalaman agar sadar atas perbuatannya.
(*/tribun-medan.com)
Baca juga: Materi Belajar Ekonomi Siswa: Pengertian Impor dan Manfaatnya
Baca juga: Materi Belajar Ekonomi SMP: Pengertian Ekspor dan Manfaatnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-bahasa-indonesia.jpg)