News Video
Pejabat Dinsos Deliserdang Diduga Melakukan Pungli ke Pendamping PKH
Oknum pejabat di Dinas Sosial Kabupaten Deliserdang dituding melakukan pungutan liar (pungli) terhadap Pendamping PKH (Program Keluarga Harapan)
Penulis: Indra Gunawan |
Rismar meyakini kalau aksi demo mau dilakukan karena ada pihak yang terganggu permainannya karena Kepala Dinasnya saat ini lurus-lurus saja.
Disebut kalau jumlah pendamping PKH seluruhnya di Deliserdang ada sebanyak 120 orang.
Untuk pemindahan wilayah tugas kerja disebut merupakan keputusan Kementerian Sosial hanya saja Dinas Sosial tetap bisa merekomendasikan.
" Boleh memang mengajukan pindah asalkan disetujui Kementerian, kalau kita hanya merekomendasikan. Jadi bukan uang syaratnya,"kata Rismar.
Banyak hal yang dituduhkan kepada Rismar dan sudah dibuat secara tertulis.
Pihak JIPI sempat menulis dan menduga Rismar terlibat dalam permainan di lapangan untuk bantuan pangan yang dimana seharusnya untuk bantuan ini adalah tanggung jawab Penanganan Fakir Miskin (PFM) ada indikasi bermain dengan supplier dan menerima fee untuk memperkaya diri sendiri.
Selain itu JIPI menuliskan Rismar terindikasi ada melakukan pemotongan bantuan uang yang diterima masyarakat dengan cara memerintahkan kepada kordinator Kabupaten PKH untuk memerintahkan para pendamping mengumpulkan sisa siang uang 5 ribu sampai 40 ribu dikalikan berapa ribu orang dan dikumpulkan dalam sebuah rekening.
Kadis Sosial Deliserdang, Rudi Akmal Tambunan yang dikonfirmasi juga tidak menampik kalau sebelumnya dirinya pernah mendapat pengaduan soal anggotanya Rismar Silaban.
Ia mengaku langsung melakukan tindaklanjut ke lapangan.
Sejauh ini katanya belum ada bukti yang menunjukkan apa yang dituding ke Rismar Silaban benar.
" Udah kami cari bukti-buktinya di lapangan, hasilnya nggak ada. Kalau ada korbannya cocok kali lah tunjukkan sama saya karena saya cari nggak ada. Saya bukan menantang,"kata Rudi.
Ia mengaku sudah menjumpai para pendamping PKH. Ditegaskannya ketika mau digeser wilayah tugasnya harus lebih dahulu ada tandatangannya.
Ia mengaku sejauh ini belum ada orang yang dipindahkan.
" Sampai sekarang nggak ada yang dipindahkan. Aku juga kan tanya kalau ada yang mau pindah, alasannya apa?. Mungkin dijaman sebelum aku tapi kalau sekarang nggak ada. Kalau pendamping semua tahu nomor aku kalau ada yang macam macam anggota mereka juga bisa hubungi saya tapi sekarang belum ada,"kata Rudi.
(dra/tribun-medan.com).