Materi Belajar Sekolah
Materi Belajar Geografi: Proses Terjadinya Pelangi dan 8 Jenis Pelangi
Namun, apakah pelangi selalu muncul usai hujan? Ternyata tidak. Ada beberapa faktor yang harus dipenuhi agar pelangi bisa terbentuk.
2. Secondary Bow
Sementara, pelangi lain yang penampakannya kurang intens adalah pelangi busur sekunder atau secondary bow. Pelangi jenis ini merupakan salah satu pelangi yang langka karena hanya akan muncul saat ada pelangi primer yang lebih dulu muncul.
Pelangi sekunder akan menampilkan warna yang tampak lebih redup dari pelangi primer serta menampilkan warna yang terbalik dari pelangi primer. Apabila kamu pernah melihat dua pelangi dengan intensitas warna yang berbeda, bisa jadi itu adalah jenis pelangi sekunder.
3. Supernumerary Bows
Pelangi supernumerary bows biasanya memiliki warna hijau, merah muda, dan ungu yang tampak dominan. Pelangi jenis ini terjadi saat terkena tetesan air hujan.
Supernumerary Bows
4. Lunar Rainbow
Pelangi memang tidak hanya disebabkan oleh matahari, melainkan juga bisa terjadi karena bulan. Pelangi jenis itu dinamakan lunar rainbow. Pelangi itu hanya membutuhkan tetesan air dan sumber cahaya, misalnya bulan purnama yang cahayanya cukup terang. Cahaya tersebut dapat dibiaskan oleh tetesan hujan seperti yang terjadi pada matahari.
5. Red Rainbows
Tidak seperti pelangi lain yang memiliki banyak warna, pelangi jenis red rainbow ini menampakkan warna yang didominasi merah. Red rainbows biasanya muncul di pagi hari dan saat matahari terbenam di sore hari. Ketebalan filter atmosfer bumi menjadi biru, kemudian terlihat lebih merah seperti tetesan cahaya oranye yang mencerminkan dan membiaskan air. Hasil akhirnya adalah pelangi dengan spektrum ujung merah.
6. Sundogs
Pelangi jenis ini biasanya muncul saat musim dingin dan cuaca terpantau cerah. Pelangi sundogs biasa terjadi ketika matahari bersinar melalui kristal es yang tinggi di atmosfer. Pelangi sundogs biasa menampilkan pantulan cahaya berwarna merah pada bagian dalam dan warna ungu di bagian luar, lalu diikuti warna pelangi lainnya. Apabila konsentrasi kristal es di udara kian tebal maka struktur warna pelangi yang muncul juga kian tebal.
7. Fogbows
Penampakan pelangi fogbows atau busur kabut sulit didapatkan dari pelangi lainnya. Sebab, pelangi jenis ini hanya akan terjadi saat jumlah parameter tertentu disesuaikan untuk menciptakan pelangi fogbows. Misalnya, sumber cahaya harus berada di belakang pengamat dan membumi. Selain itu, kabut di belakang pengamat juga harus sangat tipis sehingga sinar matahari bisa bersinar melalui kabut tebal di depan.
8. Waterfall Rainbows
Pelangi air terjun atau waterfall rainbows adalah pelangi yang penampakannya jarang kita temui karena biasanya hanya dapat dilihat di atas air terjun. Waterfall rainbows ini biasanya didapati ketika kabut air terjun bercampur ke dalam aliran udara dengan konstan atmosfer terus-menerus.
Demikian penjelasan tentang proses terjadinya pelangi.
(*/tribun-medan.com)
Baca juga: Materi Belajar Fisika Kelas 7: Rumus Mengubah Celcius ke Kelvin dengan Cepat dan Mudah
Baca juga: Materi Belajar IPA Kelas 8: 3 Alat Pernapasan Pada Tumbuhan
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari tribun-medan.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tribun Medan Update", caranya klik link https://t.me/tribunmedanupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/proses-terjadinya-pelangi.jpg)