WHO Peringatkan Pandemi Covid-19 Mungkin Akan Berlanjut Hingga 2022, Semua Gara-gara Fakta Ini

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan kita tidak boleh senang dulu. Sebab WHO peringatkan pandemi akan berlanjut hingga tahun 2022.

Editor: AbdiTumanggor
FABRICE COFFRINI / AFP/ VIA CHINADAILYHK
Dr Bruce Aylward 

TRIBUN-MEDAN.COM - Pandemi virus corona (Covid-19) sudah berlangsung selama kurang lebih 2 tahun.

Walau begitu, tanda-tanda pandemi virus corona akan usai belum juga terlihat.

Memang ada beberapa negara yang sudah mengalami penurunan kasus. Bahkan 0 kasus sekalipun.

Akan tetapi beberapa negara ada juga yang masih terseok-seok menghadapi pandemi.

Nah, menjelang tahun 2021 akan berakhir, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan kita tidak boleh senang dulu. Sebab WHO peringatkan pandemi akan berlanjut hingga tahun 2022.

Dilansir dari bbc.com pada Kamis (21/10/2021), pandemi Covid akan berlangsung selama satu tahun lebih lama dari yang seharusnya.

Dr Bruce Aylward, pemimpin senior di WHO, mengatakan itu berarti krisis Covid dapat dengan mudah berlarut-larut hingga 2022.

Dr Bruce Aylward
Dr Bruce Aylward (FABRICE COFFRINI / AFP/ VIA CHINADAILYHK)

Apa alasannya?

Alasannya karena negara-negara miskin tidak mendapatkan vaksin yang mereka butuhkan.

Dia mencatat, kurang dari 5% populasi Afrika telah divaksinasi, dibandingkan dengan 40% di sebagian besar benua lain.

Oleh karenanya, Inggris telah mengirimkan lebih dari 10 juta vaksin ke negara-negara yang membutuhkan.

Negara itu telah menjanjikan total 100 juta.

Selain itu, Dr Aylward mengimbau negara-negara kaya untuk menyerahkan tempat mereka dalam antrian vaksin agar perusahaan farmasi dapat memprioritaskan negara-negara berpenghasilan rendah sebagai gantinya.

Dia mengatakan negara-negara kaya perlu memegang komitmennya untuk menyumbang ke negara-negara miskin.

The People's Vaccine atau vaksin Rakyat, sebuah aliansi amal, telah merilis angka baru yang menunjukkan hanya satu dari tujuh dosis yang dijanjikan oleh perusahaan farmasi dan negara-negara kaya benar-benar mencapai tujuan mereka di negara-negara miskin.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved