WHO Peringatkan Pandemi Covid-19 Mungkin Akan Berlanjut Hingga 2022, Semua Gara-gara Fakta Ini
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan kita tidak boleh senang dulu. Sebab WHO peringatkan pandemi akan berlanjut hingga tahun 2022.
:format(jpeg)/cloudfront-us-east-1.images.arcpublishing.com/tgam/ZZTNPYTZVRAN5I3FJZMAC26KMY.jpg)
Sementara sebagian besar vaksin Covid-19 telah diberikan di negara-negara berpenghasilan tinggi atau menengah ke atas.
Afrika hanya menerima2,6% dari dosis yang diberikan secara global.
Kelompok amal, yang mencakup Oxfam dan UNAids, juga mengkritik Kanada dan Inggris.
Alasannya karena mereka menyediakan vaksin untuk warga mereka sendiri melalui Covax, program global yang didukung PBB untuk mendistribusikan vaksin secara adil.
Angka resmi menunjukkan bahwa awal tahun ini Inggris menerima 539.370 dosis Pfizer.
Sementara Kanada mengambil hanya di bawah satu juta dosis AstraZeneca.
Padahal awal mula berdirinya Covax adalah agar semua negara dapat memperoleh vaksin dalam jumlah yang sama, termasuk yang kaya.
Tetapi sebagian besar negara G7 memutuskan untuk meminta lebih banyak dan membuat kesepakatan pribadi dengan perusahaan farmasi.
"Mereka seharusnya tidak mendapatkan dosis ini dari Covax," kata Penasihat Kesehatan Global Oxfam, Rohit Malpani.
"Ini membuat negara-negara miskin yang sudah berada di belakang antrian, akan berakhir menunggu lebih lama."
Covax awalnya bertujuan untuk mengirimkan dua miliar dosis vaksin pada akhir tahun ini, tetapi sejauh ini baru mengirimkan 371 juta dosis.
Baca juga: KETIKA Negara-negara Amerika Latin Kini Dikuasai China, Kucuran Dana Rp 1.980 Triliun, Ini Reaksi AS
Baca juga: SAAT Banyak Negara Termasuk Indonesia Mulai Bebas dari Corona, Malaysia Malah Hadapi Krisis Terburuk
Baca juga: KETIKA Seluruh Dunia Pasrah Pilih Hidup dengan Covid-19, Namun Berbeda dengan Reaksi China
(*/tribunmedan/ intisari)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/dr-bruce-aylward.jpg)