Materi Belajar Sekolah

Materi Belajar Sejarah Tentang Perang Dingin hingga Peristiwa Penting selama Perang Dingin

erang Dingin adalah sebutan yang digunakan untuk menjelaskan kondisi dunia pasca Perang Dunia II.

Ist
Suasana Perang Dingin Amerika vs Uni Soviet 

TRIBUN-MEDAN.com - Sebutan Perang Dingin sudah terjadi pada masa usai perang dunia II. Istilah Perang Dingin mulai berubah maknanya. 

Lalu, bagaiaman sejarah Perang Dingin pascaperang dunia II: 

Perang Dingin

Perang Dingin adalah sebutan yang digunakan untuk menjelaskan kondisi dunia pasca Perang Dunia II. Di mana Amerika Serikat dan blok barat memperebutkan kekuasaan dengan Uni Soviet di blok timur. Kemenangan keduanya di tengah hancurnya seluruh negara di dunia akibat perang kemudian memicu ketegangan antara keduanya untuk menjadi adikuasa.

Sebutan perang dingin digunakan karena kedua negara tidak pernah terlibat dalam konflik militer langsung. Namun dalam banyak kesempatan mendukung situasi perang dan perebutan kekuasaan, utamanya pada negara-negara dunia ketiga.

Menyebabkan kekacauan di hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia.

Perang dingin juga diwarnai dengan perlombaan kekuatan militer, teknologi nuklir, dan pengiriman ekspedisi luar angkasa. Jauh lebih dari sekedar ingin membumikan sistem komunis ataupun liberal ke seluruh dunia.

AS-Soviet masing-masing berupaya untuk membawa sebanyak mungkin negara-negara baru pascakolonial untuk tunduk di bawah kekuasaan dan pengaruhnya.

Latar Belakang Perang Dingin
Sebagian pendapat menyatakan bahwa perang dingin, atau ketegangan antara AS-Soviet dimulai sejak keduanya menjadi pemenang perang dunia II. Sementara pendapat lain menyatakan bahwa sejak Revolusi Bolshevik di Rusia pada tahun 1917, karena Soviet kemudian mengisolasi diri.

Lenin mengatakannya sebagai respon atas dikelilinginya Soviet oleh kapitalis-kapitalis dunia. Ketidakpercayaan Soviet dengan negara-negara barat seperti Perancis, Inggris, dan AS selain karena perbedaan ideologi juga disebabkan oleh banyak hal. Seperti lambatnya pembuatan front barat melawan Jerman dalam Perang Dunia II, menyebabkan jatuhnya jutaan tentara Soviet pada front timur.

Jerman mendorong Soviet hingga Stalingrad, di tepi sungai Volga selangkah lagi menuju Moskow. Soviet sendiri pada dasarnya tidak tertarik turut berperang, namun serangan Jerman ke timur menuju kilang-kilang minyak di Kaukasus memaksa Stalin untuk bergabung dengan sekutu.

Memenangkan perang bersama AS dan sekutu melawan Jerman, Soviet tetap menempatkan negara barat sebagai musuh kapitalis. Upaya yang perlu dilakukan adalah memperluas pengaruh komunisme ke negara-negara netral agar memenangi adu pengaruh melawan blok barat.

Namun Soviet dan AS masing-masing tidak ingin merusak perdamaian antara keduanya yang dapat mengguncang dunia, sehingga berperang secara “dingin” adalah sikap yang diambil. Meski begitu, beberapa kali ketegangan terjadi sehingga perang antara keduanya berada di ujung tanduk.

Peristiwa Penting Seputar Perang Dingin
1. Krisis Kuba
Rezim pro-AS berhasil didirikan di Kuba, setelah jatuhnya presiden Fulgencio Batista pada 1959 oleh Fidel Castro. Hubungan antara Eisenhower (AS) dan Castro berjalan baik selama beberapa saat, namun AS menolak pengurangan ketergantungan ekonomi Kuba atas Amerika. Hal ini akan membuka potensi masuknya bantuan dari Eropa Timur. Namun pada tahun 1961, Kuba mulai membuka upaya perdagangan senjata dengan Soviet, pada tahun yang sama John F. Kennedy berupaya menguasai Kuba namun gagal. Sehingga kekuasaan Kuba resmi berkiblat pada Eropa Timur. Februari 1962, Nikita Kruschev memulai pemasangan rudal nuklir di Kuba. Posisi yang terlampau dekat dengan Amerika Serikat. Amerika Serikat melakukan blockade dan ultimatum kepada Kuba dan Soviet, beruntung pada 1964 Kruschev dijatuhkan dan kondisi di Kuba mereda.

Baca juga: Materi Belajar Sejarah: Penjelasan Masa Prasejarah dan Jenis-jenis Manusia Purba di Indonesia

Baca juga: Materi Belajar Kimia: Penjelasan Elektron Valensi Beserta Contoh Soal dan Pembahasan

2. Perlombaan Luar Angkasa
Perebutan pengaruh juga terjadi dalam bidang teknologi, selain nuklir. AS-Soviet berebut menjadi yang terbaik dalam penjelajahan angkasa. Soviet memulai terlebih dahulu pada Agustus 1957 dengan meluncurkan satelit Sputnik ke orbit Bumi kemudian mengirim Yuri Gagarin sebagai manusia pertama. Amerika merespon dengan program Apollo yang bercita-cita mendaratkan manusia di Bulan. Program ini kemudian dinyatakan berhasil mendaratkan tiga orang di Bulan. Program luar angkasa Soviet meliputi Vostok dan Soyuz, sementara AS meliputi Mercury, Gemini, dan Apollo. Perlombaan ini adalah perebutan pengaruh dan bukan murni testimoni atas teknologi dan ilmu pengetahuan. Hal ini dibuktikan dari tidak adanya misi lebih jauh daripada orbit bumi rendah setelah perang dingin.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved