Edy Rahmayadi Akui 60 Persen Jalan di Sumut Rusak, Tapi Bilang Masih Untung Karena Hal Ini

Edy Rahmayadi menyebut 60 persen jalan di Sumatera Utara kondisinya rusak. Tapi Edy bilang malah ada keuntungan

Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM INDRA JAYA
Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi saat memberikan keterangan. 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi mengakui 60 persen jalan di Sumut rusak.

Kendati demikian, mantan Pangkostrad ini bilang masih ada keuntungan.

Sebab, secara geografis Sumut berdekatan dengan Selat Malaka.

Begitu juga dengan kekayaan alam yang dimiliki, sangat berlimpah.

Ia pun mengungkapkan bahwa di Sumut juga terdapat jalan provinsi terpanjang di dunia, yakni mencapai 3.000,05 Km. 

Baca juga: Gubernur Edy Minta Pemprov Sumut dan Kabupaten/Kota Terus Berinovasi dalam Melayani Masyarakat

Hal itu diungkapkan mantan Pangkostrad itu dalam acara Sosialisasi Permenhub No 75 tahun 2021 dan Normalisasi Kendaraan Angkutan Barang yang turut dihadiri Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat, Budi Setiyadi, di MICC, Jalan Gagak Hitam Medan, Kamis (28/10/2021).

"Saya sudah jalan keliling ke 34 provinsi dan Sumut merupakan daerah yang lengkap. dia punya danau yang berkualitas, gunung berkualitas, laut ada laut barat, ada laut timur. Semua punya sumut," ucap Edy, Kamis.

"Yang ingin saya sampaikan jalan terpanjang di dunia di tingkat provinsi, yaitu 3000,05 kilometer. Paling panjang. Jawa Timur saja hanya 1.700 kilometer.

Apalagi Bandung (Jawa Barat) hanya 1.100 kilometer," tambahnya.

Baca juga: Launching e-Samsat Sumut Bermartabat, Edy Bilang Baru 45 Persen Pemilik Kendaraan Bayar Pajak

Meski demikian, dari total panjang jalan provinsi di Sumut, Edy mengakui bahwa 60 persen jalan provinsi tersebut saat ini kondisinya mengalami kerusakan.

"Sumut itu 3000,05 kilometer. Dan 60 persen jalannya rusak semua. Kalau sepanjang itu. Panjang sekali jalannya. Dan uangnya hanya Rp 300-400 miliar setiap tahun. Dia hanya mampu perbaiki 30 kilometer per tahun. Saya tak tahu kapan bisa menyelesaikan yang 3000 itu," ungkap Edy.

Padahal, menurut Edy, Sumut merupakan salah satu provinsi penyumbang devisa terbesar bagi Indonesia. 

Sehingga ia berharap ada perhatian dari pemerintah pusat untuk mengucurkan anggaran yang lebih besar ke Sumut.

"Pendapatan daerah di Sumut sangat dominan untuk APBN," ujar mantan Ketua Umum PSSI itu.

Baca juga: Gubernur Edy Rahmayadi Berencana Terapkan Ganjil Genap di Jalan Lintas Medan-Berastagi

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan bahwa Permenhub Nomor 75 tahun 2021 tentang pengaturan lalu lintas mobil barang di ruas jalan batas Medan-batas Kabupaten Karo Nomor 052 (Medan-Berastagi) dan ruas jalan batas Pematangsiantar-Parapat Nomor 065.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved