Materi Belajar Sekolah
Kisah Cornel Simanjuntak Pencipta Lagu Maju Tak Gentar: Musisi Siantar Bertempur Melawan Belanda
Pejuang Tanah Air, Cornel Simanjuntak, pencipta lagu "Maju Tak Gentar" lebih dikenal dengan seniman musik.
TRIBUN-MEDAN.com - Pejuang Tanah Air, Cornel Simanjuntak, pencipta lagu "Maju Tak Gentar" lebih dikenal dengan seniman musik.
Karyanya mampu membangkitkan semangat perlawanan terhadap penjaja sekitar tahun 1945-1946.
Lahir di Kota Pematangsiantar, Sumatra Utara tahun 1921 merupakan anak dari anak polisi Tolpus Simanjuntak dan Ibu bernama Rumina Siahaan yang menganut agama Katolik.
Kecintaanya terhadap musik telah tumbuh sejak kecil. Dia pandai memainkan gitar. Cornel karib dengan musik-musik barat yang didengarkan di radio.
Berikut fakta-fakta tentang Cornel Simanjuntak, musisi sekaligus pahlawan Tanah Air:

Pendidikan Cornel Simanjuntak
Cornel Simanjuntak menempuh pendidikan di Hollandsch-Inlandsche School (HIS) St. Fransiscus Medan pada usia 16 tahun. .
Cornel Simanjuntak melanjutkan pendidikannya ke Muntilan, Jawa Tengah. Ia mengenyam pendidikan di Hollandsche Indische Kweekschool (HIK) atau sekolah pendidikan guru di Xaverius College di Muntilan.
Cornel Simanjuntak sempat bergabung dengan paduan suara dan mendapat pelajaran musik dari Pastor J. Schouten. Cornel Simanjuntak memimpin orkes dan banyak menciptakan lagu.
Cornel Simanjuntak Bekerja di Kantor Radio Jepang
• Berlangsung Selama 29 Tahun 1878-1907, Sejarah Perang Batak Bentuk Perlawanan Rakyat Tapanuli
• Materi Belajar Sejarah: Penyebab Terjadinya Perang Dipenogoro dan Tokoh-tokoh Penting
Setelah tamat sekolah, Cornel Simanjuntak bertolak ke ke Jakarta untuk mengajar di SD Van Lith.
Karir guru Cornel tidak begitu lama. Ia lebih memilih untuk menjadi seorang seniman.
Kecintaan Cornel itu terpaksa alih profesi bekerja di Kantor Kebudayaan Jepang Keimin Bunka Shidoso. Namun, Cornel harus menggubah lagu untuk kepentingan Jepang.
Ketika Jepang menduduki Indonesia pada 1942, Cornel menciptakan lagu-lagu propaganda Jepang seperti Menanam Kapas dan Hancurkanlah Musuh Kita.
Menurut Binsar Sitompul, adik kelas Cornel Simanjuntak, Cornel Simanjuntak melakukan itu agar karyanya tetap didengarkan masyarakat luas melalui radio.
Asrul Sani Sempat Tuding Cornel Penghianat
Dalam tulisan Asrul Sani di lembaran budaya Gelanggang majalah Siasat yang kembali diterbitkan di Gema Suasana No. 6 Juni 1948, Asrul Sani menanyakan sikap Cornel yang dinilai berkhianat terhadap diri sendiri sebagai seniman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/cornel-simanjutak-pencipta-lagu.jpg)