INSIDEN Polisi Dibacoki Puluhan Orang, Hari Ini Polrestabes Medan Gelar Perkara

Polrestabes Medan hari ini akan paparkan kasus personil polisi yang menjadi korban penyerangan oleh puluhan orang di Jalan Setia Budi

Tayang:
Tribun Medan/Alfiansyah
Detik-detik Puluhan Orang Serang Anggota Polsek Medan Timur 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Polrestabes Medan hari ini akan paparkan kasus personil polisi yang menjadi korban penyerangan oleh puluhan orang di Jalan Setia Budi, Kelurahan Helvetia Timur, Senin (1/11/2021).

"Iya benar hari ini akan dilakukan paparan terkait kasus yang ada di Helvetia. Nanti yang memaparkan Waka Polres dan Plt Kasat Reskrim karena Kapolres masih rapat di Polda Sumut," kata Kasubag Humas Polrestabes Medan, Kompol Riama Siahaan, Senin (1/11/2021).

Anggota DPRD Tapsel Mengaku Ditodong Senjata Oknum Brimob, Polda Sumut Bantah Terima Laporan

OKNUM Notaris yang Diduga Palsukan Akta Ditetapkan Buron, Polrestabes Medan Diminta Lakukan Hal Ini

INSIDEN Polisi Dibacoki Puluhan Orang, Hari Ini Polrestabes Medan Gelar Perkara

SUAMI Almarhum Lina Jubaedah Kini Kehabisan Uang, Berniat Bawa Putrinya Adu Nasib ke Jepang

ORANGTUA Korban Pembunuhan di Tanjung Morawa Luntang Lantung Cari Keadilan, Setahun Kasus Tak Usai

MIRIS, Eks Bendahara Puskesmas Glugur Darat Disebut Habiskan Dana JKN Rp 2,3 M untuk Arisan Online

Amatan Tribun Medan di lapangan Mako Polrestabes Medan personil polisi sudah bersiap - siap untuk menggelar paparan terkait kasus tersebut.

Sebelumnya diketahui Polrestabes Medan menarik kasus ini dari Polsek Helvetia.

"Kasus itu sempat ditangani Polsek Helvetia tapi sudah kami tarik jadi ditangani Polrestabes Medan," kata Plt Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Rafles Langgak Putra kepada Tribun Medan, Senin (1/11/2021).

"Alasannya biar ditangani sama satuan yg lebih atas saja. Karena tingkat kesulitan dan kerawanan kasusnya lebih baik ditangani Polrestabes Medan," sambungnya.

Diungkapnya juga sampai ini belum ada arah kan dilakukan perdamaian terkait dengan kasus tersebut.

Rafles juga menjelaskan bahwa laporan terkait pemukulan terhadap polisi dari Polsek Medan Timur sudah berada dalam laporan Edi Susanto yang merupakan Abang korban.

RIA Ricis dan Teuku Ryan Bikin Perjanjian Pranikah, Begini Kata Oki Setiana Dewi

DUA Penumpang Toyota Avanza Tewas dan Enam Luka-luka setelah Tabrak Pembatas Tol Tebing Tinggi-Medan

TINGKAH Kocak Irwan Mussry saat Liburan Bikin Keluarga Maia Estianty Tertawa

PESAN Menohok Sang Istri Kedua pada Tiap Perempuan yang hendak Menikahi Suami Orang Lain

BELUM Sembuh dari Kanker Stadium 3, Artis dan Pedangdut Rupawan Ini Berkabar Duka, Alami Keguguran

GETIR, Ibu dan Putri Satu-satunya Meninggal akibat Longsor Sibolangit, Inilah Pesan Terakhirnya

GETIR, Guru Ini Tinggal Bersama Kambing, Gaji 350 Ribu per Bulan, Camat sampai Kucurkan Air Mata

Terkait pelaku penyerangan sampai saat ini Rafles mengungkapkan belum mendapatkan informasi mengatasnamakan FKPPI.

"Mereka tidak mengatasnamakan FKPPI. Tidak pakai seragam FKPPI. Jadi belum bisa saya katakan diserang ormas FKPPI," tutupnya.

Diketahui, oknum polisi Aipda Eko Sugiawan yang berdinas di Polsek Medan Timur mengalami luka bacokan di beberapa bagian tubuhnya.

PEDAGANG Pajak Pringgan Resmi Berdamai dengan Preman yang Tikam Dirinya hingga Nyaris Tewas

DAFTAR Perwira yang Dimutasi di Wilkum Polrestabes Medan hingga Kapolsek Dicopot seusai Kasus Cabul

BIKIN Anggota TNI AU Serka Wardi Tambunan Dikeroyok, Brimob Gadungan Ini Diburu

8 Personel Polsek Kutalimbaru Dicopot terkait Dugaan Pelecehan dan Pemerasan Istri Tahanan

MIRIS, Istri Tahanan Korban Persetubuhan Oknum Anggota Polsek Kutalimbaru Ternyata Sedang Hamil

ISTRI Tahanan Diduga Dirudapaksa dan Diperas Polisi, Kepling Akui Ada Penggerebekan di Indekos

Kejadian tersebut, terjadi di Jalan Setia Budi pada Jumat (22/10/2021) lalu.

Selain, membacok korban puluhan orang ini juga menghancurkan rumah serta mobil milik abangnya.

Penyerangan tersebut pun sempat terekam kamera pengawas CCTV.

Dalam rekaman tersebut, tampak puluhan mobil masuk ke dalam komplek.

Tak lama, terlihat mobil Edy berwarna putih berhenti di pinggiran jalan komplek.

Setelah itu, puluhan mobil yang awalnya masuk kelur lagi.

Tiba-tiba puluhan mobil ini berhenti dan langsung melalukan penyerangan terhadap mobil Edy.

Abang korban, Edy menjelaskan saat kejadian ia bersama adiknya sedang berada di kawasan Helvetia.

Saat itu, istrinya yang juga merupakan anggota polisi menelpon dan memberitahu bahwa rumahnya telah diserang oleh sejumlah orang.

"Jadi saya ada adik kandung polisi namanya Eko, saya mau konsultasi karena ada masalah, saya telpon dia. Terus jumpa di kantor kami, ceritalah sama dia," kata Edy kepada Tribun-medan.com, Minggu (31/10/2021).

Ia mengatakan, setelah bertemu ia pun menceritakan masalahnya kepada adiknya, agar dapat solusi dari permasalahnya.

"Pukul 21.56 WIB masuk telpon dari istri saya, ngasih tau bahwa di rumah sudah ramai di datangi orang dan diserang," sebutnya.

Lalu, Edy mengatakan setelah mendengarkan hal itu, ia bersama adiknya langsung menuju ke rumahnya.

"Begitu mau masuk ke komplek, sudah ramai kali komplek sudah padat, jadi saya menepi di depan komplek," Ujarnya.

Edy menuturkan, tak lama para pelaku ini keluar dari dalam komlek rumahnya. Namun, saat itu salah satu pelaku tanda dengan mobil Edy berteriak dan memberitahu kepada yang lain.

Edy juga mengaku, saat itu mendengar dua kali letusan senjata dari dalam komplek.

"Jadi mereka sudah siap merusak rumah, saya buka kaca mobil saya dengar dua kali letusan senjata api. Jadi saya tunggulah keluar mereka," ungkapnya.

"Terakhir keluar mobil Taft, karena tanda dengan mobil saya, ditunjuk-tunjuklah sama mereka, lalu berhentilah mereka," lanjutnya.

Kemudian, mereka yang mendatangi mobil Edy dan langsung menyerang secara membabibuta.

"Langsung nyerang saya, mobil hancur. Mereka pakai samurai, stik golf macam-macamlah yang dibawanya. Mobil saya hancur, masuk juga tombak ke dalam mobil," katanya.

Ia yang mengaku panik, mencoba tancap gas ke arah komplek. Namun saat itu, ia melihat kearah belakang adiknya yang sedang mengendarai sepeda motor ikut dikejar oleh para pelaku.

"Saya liat adik saya sudah dikejar pakai kelewang, tidak mungkin saya bantu, karena memang ramai sekali, sekitar 70 orang ada masanya, jadi saya masuk komplek," ucapnya.

Ketika ia berhasil masuk kedalam komplek, puluhan orang ini langsung pergi dan tidak mengejar lagi.

Tetapi, adiknya terkena bacokan dan telah bersimbah darah. Ia pun langsung melaporkan hal tersebut ke Polsek Medan Helvetia.

Namun, Polsek Medan Helvetia melimpahkan kasus tersebut ke Polrestabes Medan.

"Saya liat adik saya udah berdarah semua. Selesai itu buat laporan ke Polsek Helvetia, tapi sudah ditarik ke Polrestabes Medan," katanya.

(cr8/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved