Breaking News:

Sekda Tanjungbalai Nonaktif yang Pernah Diperiksa Kasus 5 Kg Sabu Perkara Suapnya Segera Diadili

Sekda Tanjungbalai Nonaktif, Yusmada dalam waktu dekat diadili di PN Tipikor Medan lantaran berkasnya sudah dilimpahkan KPK

TRIBUN MEDAN/ALIF ALQADRI HARAHAP
Sekda Kota Tanjungbalai Yusmada selesai diperiksa penyidik KPK di Polres Tanjungbalai, Rabu (21/4/2021). 

TRIBUN-MEDAN.COM,TANJUNGBALAI - Yusmada, Sekda Tanjungbalai nonaktif akan segera diadili di PN Tipikor Medan dalam perkara suap dan gratifikasi jabatan.

Menurut Juru Bicara KPK, Ali Fikri, berkas perkara Yusmada sudah dilimpahkan ke PN Tipikor Medan

"Hari selasa tim jaksa KPK telah melimpahkan berkas terdakwa Yusmada ke Pengadilan Tipikor Medan," ujar Ali Fikri, Rabu (3/11/2021). 

Katanya, penahanan terhadap tersangka Yusmada kini telah menjadi tanggung jawab Pengadilan Tipikor Medan, dan saat ini Yusmada masih dititipkan di sel tahanan Gedung Merah Putih KPK. 

Baca juga: Oknum Polisi Ramai-ramai Jual Sabu di Tanjungbalai, Terungkap Berkat Anggota Polres Batubara

Untuk saat ini, lajut Ali Fikri, tim KPK masih menunggu jadwal sidang serta formasi majelis hakim yang akan mengadili Yusmada

Dalam perkara ini, Yusmada disangkakan dengan Pasal 5 ayat 1 huruf b UU Tipikor subsidair Pasal 13 UU Tipikor. 

Sebelumnya, Ali Fikri mengatakan Yusmada dijadikan tersangka karena dirinya sempat menyetor uang Rp 200 juta pada M Syahrial selaku Wali Kota Tanjungbalai, ketika dirinya menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Tanjungbalai.

Baca juga: Awalnya Diminta Rp 2 M oleh Penyidik KPK, Walkot Tanjungbalai M Syahrial Sanggupi Rp 1,4 M

"Setelah YM (Yusmada) mengikuti beberapa tahapan seleksi, pada Juli 2019 bertempat di kantor Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Tanjungbalai, YM bertemu dengan Sajali Lubis yang adalah teman sekaligus orang kepercayaan dari MSA (M Syahrial)," kata Ali Fikri, Jumat (27/8/2021). 

Dalam pertemuan tersebut, Yusmada menyampaikan kepada Sajali Lubis untuk menyerahkan uang sebesar Rp 200 juta kepada M Syahrial. 

"Saat itu, Sajali langsung menindak lanjuti dan menelepon MSA (M Syahrial) yang langsung disetujui dan disepakati oleh MSA," kata Ali Fikri. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved