Materi Belajar Sekolah
Fakta Patung Kucing Jimat Keberuntungan Bukan Berasal dari China, Tapi Legenda 1800-an Negara Ini
Anda mungkin pernah melihat patung kucing keberuntungan yang melambai-lambai. Biasanya, patung kucing ini berada di gerai dagangan orang Tionghoa.
TRIBUN-MEDAN.com - Anda mungkin pernah melihat patung kucing keberuntungan yang melambai-lambai. Biasanya, patung kucing ini berada di gerai dagangan orang Tionghoa.
Namun, tahukah Anda bahwa patung kucing ini bukan berasal dari negeri China, namun dari Jepang.
Pada artikel ini membahas asal usul patung kucing yang melambai-lambai atau memanggil.
Patung kucing ini dikenal dengan nama Maneki-neko.
Biasanya Maneki-neko memiliki ciri-ciri warna tubuh emas atau putih, dengan satu tangan yang melambai, dan telinga berwarna merah.
Boneka atau patung ini juga bisa dibuat secara bervariasi, seperti lengan yang bisa bergerak seolah sedang memanggil.
Maneki-neko begitu terkenal di seluruh dunia sebagai lambang atau ikon keberuntungan.
Mengapa Maneki-neko bisa dijadikan lambang keberuntungan?
Simak sejarahnya.
Legenda dari Kuil Gotoku-ji
Banyak yang salah mengira, ternyata Maneki-neko bukan berasal dari Tiongkok, melainkan dari Jepang.
Terciptanya Maneki-neko ini diawali dengan adanya legenda yang dipercaya oleh masyarakat Jepang.
Legenda tersebut menceritakan seekor kucing yang lahir di Kuil Gotoku-ji di Bangsal Setagaya, Tokyo selama periode Edo (tahun 1603 hingga 1868).
Menurut sejarawan, pada saat itu kucing peliharaan kepala Biara Tama dianggap berhasil menyelamatkan Ii Naotaka, yang seorang daimyo.

:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/patung-pembawa-keberuntungan.jpg)