Breaking News:

Terdakwa Kasus Sate Sianida yang Tewaskan Anak Kecil Dituntut 18 Tahun Penjara

Jaksa menuntut NA, terdakwa dalam kasus sate sianida, dengan hukuman 18 tahun penjara pada sidang di Pengadilan Negeri Bantul, Senin (15/11/2021).

Editor: Liston Damanik
TRIBUNJOGJA.COM/ Santo Ari
Terdakwa NA terlihat menangis dalam sidang kasus sate sianida yang berlangsung secara daring, Kamis (21/10/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, BANTUL - Jaksa menuntut NA, terdakwa dalam kasus sate sianida, dengan hukuman 18 tahun penjara pada sidang di Pengadilan Negeri Bantul, Senin (15/11/2021).

JPU Nur Hadi Yutama, menuntut supaya majelis hakim Pengadilan Negeri Bantul yang memeriksa dan mengadili perkara ini, memutuskan terdakwa NA secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan berencana sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam dakwaan kesatu primer pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

"Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa NA selama 18 tahun dikurangi selama terdakwa di dalam tahanan sementara," ungkapnya.

Adapun dari keterangan JPU, hal yang memberatkan adalah terdakwa telah merencanakan perbuatannya dengan membeli tiga kali racun sianida secara online.

Dalam sidang 1 November lalu, JPU membeberkan fakta bahwa pada Juli 2020 NA sudah membeli sianida jenis KCN.

Lalu pada Januari 2021 NA kembali membeli sianida jenis NaCN dan terakhir pada Maret 2021 NA kembali membeli sianida secara online.

Selanjutnya dari histori pencarian internet di ponsel milik Nani, didapati dirinya pernah mencari informasi di internet tentang enam racun paling mematikan di dunia pada 18 Februari silam.

Nani juga mencari informasi tentang kasus pembunuhan menggunakan sianida.

Sementara hal yang meringankan adalah terdakwa bersikap sopan dan mengakui terus terang perbuatannya di persidangan.

"Terdakwa menyesali perbuatannya dan terdakwa belum pernah dihukum," imbuhnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved