Breaking News:

Nasib Ramayana Siantar di Ujung Tanduk Karena Cuma Setor Rp 56 Juta per Tahun

Ramayana Siantar terancam kena gusur dari tempatnya saat ini lantaran cuma setor Rp 56 juta pertahun

Penulis: Alija Magribi | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Pusat perbelanjaan Ramayana di Kota Pematangsiantar yang dibahas dalam rapat gabungan komisi dewan dan TAPD, Rabu (17/11/2021)/(Tribun Medan - Alija Magribi) 

TRIBUN-MEDAN.COM, SIANTAR- Nasib Ramayana Siantar di ujung tanduk karena terancam tergusur dari tempatnya saat ini.

Sebab, Ramayana Siantar dianggap memberikan kontribusi yang sangat kecil terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Siantar.

Menurut anggota Komisi II DPRD Siantar, Netty Sianturi, saat rapat gabungan komisi dengan TPAD Siantar untuk membahas R-APBD Tahun 2022, mereka membahas nasib Ramayana Siantar

"Mengingat dari Bangun Guna Serah (kompensasi Ramayana) dinilai sangat kecil, maka surat perjanjian kerja sama antara Pemko Siantar dengan PT Inti Griya Prima Sakti tanggal 27 Januari 2004 agar ditindaklanjuti dengan semestinya," ujar Netty pada rapat yang berlangsung, Rabu (17/11/2021).

Baca juga: Pemko Siantar Bekukan Gaji Pensiun Sekretaris Disnaker yang Diburu Kejaksaan

Kompensasi Ramayana, ujar Netty, harus ditinjau sesuai dengan ketentuan perundangan, khususnya yang mengatur besaran kompensasi atau royalti yang diterima Pemko Siantar.

"Ke depannya aset tersebut agar dikelola pemerintah kota guna peningkatan PAD," kata Netty.

Menanggapi hasil rapat Komisi II, Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan (BPKD) PemkoSiantar, Masni mengatakan permintaan untuk mengoreksi kerjasama dengan PT Inti Griya Prima Sakti (penghuni gedung Ramayana) akan ditindaklanjuti.

"Kita akan sikapi pada tahun 2022 ini. Kita akan tinjau kembali di mana kompensasi yang diberikan, besarannya Rp 56 juta/tahun. Kita akan proyeksikan pada tahun 2022 supaya naik dari Rp 56 juta/tahun dan mengikuti harga pasar," singkat Masni menjawab permintaan dewan.

Baca juga: Personel Polres Siantar Buru Bandar hingga ke Kabupaten Simalungun

DPRD dan Pemerintah Kota Pematangsiantar sendiri tengah menggenjot pendapatan untuk membentuk APBD tahun depan.

Adapun yang diseser adalah sektor perdagangan dan peningkatan nilai pajak bumi dan bangunan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved