Breaking News:

Antar Sabu untuk Dapatkan Upah Rp 300 Ribu, Mahasiswa Ini Divonis 10 Tahun Penjara

Majelis hakim yang diketuai Aini Mafni menilai, kedua terdakwa terbukti bersalah menjadi kurir sabu seberat 480 gram.

TRIBUN MEDAN/GITA NADIA PUTRI
Sidang pembacaan tuntutan tersangka Yohan Syam Effendi dan Yuki Muhanwar di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (27/9/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Nekat jadi kurir sabu demi upah Rp 300 ribu, seorang mahasiswa Yohan Syam Effendi Alias Yohan dan tukang parkir bernama Yuki Muhanwar, divonis sepuluh tahun penjara di Pengadilan Negeri Medan, Kamis (18/11/2021).

Majelis hakim yang diketuai Aini Mafni menilai, kedua terdakwa terbukti bersalah menjadi kurir sabu seberat 480 gram.

"Menjatuhkan pidana kepada para erdakwa dengan pidana penjara selama sepuluh tahun dan pidana denda sejumlah Rp 1 miliar, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana penjara selama tiga bulan," kata hakim.

Dikatakan hakim, adapun yang memberatkan perbuatan para terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana narkotika. Sementara yang meringankan terdakwa bersikap sopan di persidangan.

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diamcam pidana Pasal 114 (2) jo Pasal 132 (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika," ucap hakim.

Atas vonis majelis hakim itu, kedua terdakwa menyatakan pikir-pikir.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yosi Marisa yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara masing-masing selama 12 tahun penjara denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan penjara.

Sementara itu dalam dakwaan Jaksa menyebutkan perkara ini pada 9 Juni 2021 kedua terdakwa sedang makan di warung ayam penyet di Delitua, dihubungi oleh Tomek (DPO) untuk mengantarkan sabu sebanyak 480 gram. 

Terdakwa Yuki dijanjikan uang Rp 300 ribu oleh Tomek, jika mengantarkan sabu itu kepada Ardi di Jalan AH Nasution. 

Kedua terdakwa lalu pergi ke Asrama Haji, menggunakan sepeda motor dan kembali menghubungi Ardi. 

Setelah bertemu dengan suruan Ardi, lalu barang haram tersebut mereka Terima untuk selanjutnya diantarkan kepada calon pembeli di Jalan Ambai, Medan. 

Setibanya di pinggir Jalan Ambai, terdakwa Yuki melakukan transaksi di Cafe Ambai. 

Setelah bertemu dengan pembeli, terdakwa Yuki menyerahkan bungkusan plastik kresek berisi sabu kepada pembeli yang ternyata adalah petugas polisi yang menyamar. Kedua terdakwa pun langsung ditangkap berserta barang bukti. (cr21/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved